Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Ikuti Program Student Mobility di INTI Malaysia
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Surabaya – Dua mahasiswa Ilmu
Komunikasi UNESA angkatan 2023, yakni Aulia Shabrina dan Yasmin Tsuroyya,
tengah mengikuti program Student Mobility International Credit Transfer
di INTI International University, Malaysia.
Program ini berlangsung selama satu semester, dimulai sejak 26 Agustus 2025.
Keduanya mengaku tertarik mengikuti program ini karena
keinginan untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri (study abroad).
“Awalnya aku tertarik karena memang punya keinginan buat ngerasain study
abroad. Waktu itu ada yang share info tentang program International Credit
Transfer di grup. Aku juga punya teman dari kelas internasional yang udah
pernah ikut batch Januari, katanya worth it banget, jadi makin
yakin buat nyoba,” ujar Yasmin.
Selama mengikuti perkuliahan di INTI, keduanya menemukan
banyak perbedaan sistem pembelajaran dibandingkan dengan di UNESA. di INTI
University, setiap mata kuliah memiliki dua kali pertemuan dalam satu minggu,
yaitu kelas lecture dan tutorial. Pada kelas lecture,
dosen menjelaskan seluruh materi secara menyeluruh, sedangkan pada kelas
tutorial, pembelajaran difokuskan pada pemberian contoh dan penerapan materi
yang telah disampaikan sebelumnya.
Dalam program ini, Aulia dan Yasmin mengambil beberapa mata
kuliah seperti Public Relations, Advertising,
Journalism, dan Broadcasting.
Meskipun sebagian besar mata kuliah tersebut sudah pernah mereka pelajari di
UNESA, keduanya mengaku tetap mendapatkan banyak pengetahuan baru.
“Untuk mata kuliah Broadcasting ini justru belum pernah aku dapetin di UNESA. Di sini kita belajar produksi audio untuk iklan komersial, radio, dan lainnya. Seru banget,” tambah Yasmin.
Selain sistem pembelajaran yang berbeda, fasilitas
digital di INTI juga menjadi pengalaman baru bagi kedua mahasiswa tersebut. Terdapat
sebuah aplikasi bernama Canvas yang fungsinya serupa dengan SSO UNESA,
namun memiliki tampilan dan pengelolaan yang lebih tertata. Melalui aplikasi
tersebut, dosen dapat mengunggah materi, memberikan tugas, menyampaikan
pengumuman, hingga membagikan quiz ringan dalam satu platform, sehingga
mahasiswa dapat mengakses seluruh kebutuhan perkuliahan dengan lebih mudah dan
teratur.
Pada awal masa perkuliahan, keduanya sempat menghadapi
tantangan karena belum memiliki banyak teman. Yasmin mengungkapkan bahwa
dirinya dan Aulia merupakan satu-satunya mahasiswa di jurusan Mass
Communication, sementara mahasiswa internasional lainnya telah memiliki
kelompok masing-masing. Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, mereka
mulai beradaptasi dan merasakan banyak hal menarik yang dapat dipelajari dari
keberagaman tersebut.
Pengalaman belajar di INTI menjadi bekal berharga untuk masa depan sekaligus motivasi bagi mahasiswa lain agar berani mencoba hal-hal baru. Mereka menilai bahwa keluar dari zona nyaman merupakan langkah penting untuk berkembang. Dengan modal niat dan keberanian, pengalaman baru yang diperoleh dari kesempatan seperti ini mampu memberikan pelajaran, pertumbuhan pribadi, serta wawasan yang tidak akan diperoleh tanpa keberanian untuk mencoba.
Reporter: Yasmin Dian Ramadaniya
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA