Persiapan Matang untuk Akreditasi Internasional
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Surabaya -- Universitas Negeri
Surabaya (Unesa) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan mendorong
capaian akreditasi bertaraf global. Upaya tersebut terbaru diwujudkan melalui
kunjungan tim experts dari Accreditation, Certification, and Quality Assurance
Institute (ACQUIN) ke kampus yang dikenal sebagai “Rumah Para Juara” pada Kamis
dan Jumat, 29 sampai 30 Januari 2026.
Tim yang terdiri dari Prof. Sonja Drobnic
(University of Bremen, Germany), Prof. Fritz Schulze (University of Göttingen,
Germany), Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. (Universitas Pendidikan Indonesia), Asst.
Prof. Dr. Shahrul Nazmi bin Sannusi (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Ramzi
Ben Amara (University of Sousse), Alexander Zeitelhack (Communication
Consulting and Training Nuremberg, Germany), Robert Raback (Consultant
International Accreditation–ACQUIN), serta Elisa Lowe (Student in “Economics”
Masters FernUniversität Hagen) tersebut juga melakukan asesmen di Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), termasuk Program Studi S1 Ilmu Komunikasi.
Persiapan yang
matang dimaksimalkan Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Unesa dalam menghadapi
proses akreditasi internasional tersebut. Berbagai langkah strategis telah
dilakukan secara terencana sebagai bentuk komitmen prodi dalam meningkatkan
mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.
Koordinator Program
Studi S1 Ilmu Komunikasi Unesa, Dr. Anam Miftakhul Huda, menegaskan bahwa akreditasi
internasional menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas prodi di
level internasional. “Proses ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi
juga refleksi atas komitmen kami dalam membangun tata kelola, kurikulum, sarana-prasarana dan budaya
akademik yang berstandar global,” ujarnya.
Ia menjelaskan,
persiapan akreditasi internasional mencakup penguatan kurikulum berbasis
capaian pembelajaran internasional, peningkatan kinerja riset dan publikasi
dosen, perluasan kerja sama luar negeri, serta pengembangan pembelajaran
inovatif yang adaptif terhadap dinamika global. Seluruh sivitas akademika
dilibatkan secara aktif agar proses ini berjalan optimal.
Selain aspek
akademik, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian utama. Berbagai
fasilitas penunjang pembelajaran, seperti laboratorium komunikasi dan studio
media, terus ditingkatkan agar selaras dengan standar internasional yang
ditetapkan lembaga akreditasi.