Pengembangan Komunikasi Publik dan Edukasi Program Kependudukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi di BKKBN Jawa Timur
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Surabaya – Melibatkan mahasiswa secara langsung dalam program edukasi masyarakat kini menjadi langkah strategis untuk menyampaikan program-program pemerintah secara lebih kreatif dan persuasif. Kesempatan berharga ini diperoleh Andini Kurniawati dan Praditya Helga Dessinta Putri, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui program magang di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur.
Selama periode magang, Andini dan Sinta terlibat aktif dalam merancang serta memproduksi berbagai konten Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang ditujukan untuk masyarakat luas.
Pengelolaan media sosial resmi BKKBN Jatim, penyusunan pesan edukasi digital terkait pencegahan stunting dan program Bangga Kencana, hingga pembuatan konten video pendek (Reels/TikTok) sebagai sarana komunikasi publik yang interaktif menjadi aktivitas harian yang mereka lakukan selama periode magang.
Selain itu, mereka juga mengemban tugas rutin dalam melakukan kegiatan liputan langsung guna mendokumentasikan berbagai agenda instansi BKKBN Jatim, untuk kemudian disusun menjadi berita acara resmi dan dipublikasikan kepada khalayak luas.
Bagi Andini, pengalaman magang ini memberikan banyak insight baru mengenai pentingnya strategi komunikasi pembangunan dalam merubah perilaku masyarakat.
“Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam bagi kami mengenai pentingnya strategi komunikasi pembangunan dalam mengubah perilaku masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari tim Komunikasi Publik dan KIE, mereka juga bertanggung jawab untuk menyederhanakan informasi birokrasi dan medis yang kaku menjadi konten yang mudah dipahami oleh target audiens, khususnya generasi muda dan keluarga muda.
Proses ini dilakukan melalui penyusunan berita, pembuatan konten media sosial, dokumentasi kegiatan, serta pengemasan pesan-pesan Program Bangga Kencana agar lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui tugas tersebut, Andini dan Sinta belajar mengenai strategi komunikasi publik yang diterapkan dalam instansi pemerintah untuk menjembatani informasi dari lembaga kepada masyarakat secara efektif, edukatif, dan mudah diterima.
“Pengalaman ini juga memberikan kesempatan bagi kami untuk mengaplikasikan berbagai teori dan keterampilan komunikasi yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik kerja nyata. Selain meningkatkan kemampuan menulis dan produksi konten, kami juga memahami pentingnya menyesuaikan pesan, media, dan pendekatan komunikasi agar informasi dapat menjangkau serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Sinta.
Salah satu tantangan utama selama menjalani magang ini adalah intensitas kegiatan liputan harian yang sangat tinggi. Setiap harinya, mereka dihadapkan pada ritme kerja di BKKBN Jatim yang sangat padat dan produktif, di mana seluruh materi dokumentasi, pembuatan berita acara, hingga proses editing diharapkan selesai dan diunggah pada hari yang sama (same-day publikasi).
Tantangan ini kian besar karena sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, beberapa materi teknis instansi mengenai kependudukan, KB, dan stunting masih terasa awam bagi mereka. Sehingga perlu proses belajar dengan cepat agar familiar dengan substansi kegiatan yang diliput.
Selain itu, mereka juga tertantang untuk mengemas isu-isu sensitif seperti pernikahan dini dan kesehatan reproduksi menjadi konten edukasi yang menarik, edukatif, namun tetap sopan dan sesuai dengan norma masyarakat.
Melalui tantangan tersebut, Andini dan Sinta belajar untuk beradaptasi dengan regulasi komunikasi instansi pemerintahan yang dinamis namun terstruktur. Mereka berhasil mengatasi keterbatasan pengetahuan awal dengan terus aktif mempelajari materi instansi, sekaligus memberi kecepatan kerja agar mampu memenuhi target publikasi harian tanpa mengurangi kualitas framing visual maupun akurasi informasi yang disampaikan kepada audiens.
Melalui pengalaman magang ini, mereka tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan teknis dalam merancang content plan, teknik framing multimedia, dan produksi media edukasi (KIE), tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi publik, manajemen waktu di bawah tekanan, advokasi, kerja sama tim, serta sensitivitas sosial terhadap isu-isu kependudukan.
Program magang di BKKBN Jawa Timur ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan teori komunikasi pembangunan yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan praktik nyata pemberdayaan masyarakat di lapangan.
Penulis: Andini Kurniawati dan Praditya Helga Dessinta Putri (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor: Nur Mazidah Agustin N., 2026
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA