Waspada Kebakaran di Cuaca Panas, Prodi Ilmu Komunikasi UNESA Ingatkan Pentingnya Mitigasi di Lingkungan Kampus
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Surabaya – Memasuki musim kemarau
dengan kondisi cuaca panas dan peningkatan suhu udara, kewaspadaan terhadap
risiko kebakaran perlu menjadi perhatian seluruh sivitas akademika Universitas
Negeri Surabaya (UNESA). Lingkungan kampus yang memiliki beragam fasilitas
elektronik, ruang kerja, laboratorium, serta aktivitas akademik yang tinggi
membutuhkan kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Program Studi Ilmu Komunikasi UNESA turut mengajak dosen,
tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk memahami langkah-langkah mitigasi
kebakaran. Upaya sederhana seperti memeriksa kabel dan stopkontak, mematikan
perangkat listrik setelah digunakan, serta memastikan tidak terdapat sambungan
listrik yang berlebihan dapat mengurangi potensi terjadinya kebakaran.
Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNESA, Dr. Anam
Miftakhul Huda, menegaskan bahwa pemahaman mengenai mitigasi tidak seharusnya
baru muncul ketika kondisi darurat telah terjadi. “Kita semua harus selalu
waspada dan mengetahui soal mitigasi bencana kebakaran, agar bisa terhindar dan
atau mengatasinya,” ujar Anam.
Selain instalasi listrik, perhatian juga perlu diberikan
pada kondisi peralatan dan ruang kerja. Perangkat elektronik perlu ditempatkan
pada ruang dengan ventilasi yang baik dan dijauhkan dari bahan yang mudah
terbakar. Area di sekitar gedung juga harus dijaga dari aktivitas yang
berpotensi memunculkan sumber api, termasuk pembakaran sampah dan pembuangan
puntung rokok secara sembarangan.
Kesiapsiagaan sarana proteksi menjadi bagian penting
lainnya. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) perlu tersedia pada lokasi yang mudah
dijangkau dan diperiksa secara berkala. Jalur evakuasi, pintu keluar darurat,
titik kumpul, serta perangkat keselamatan lainnya juga perlu diketahui oleh
seluruh warga kampus.
Sivitas akademika juga perlu memahami langkah yang harus
dilakukan ketika mendapati indikasi kebakaran, mulai dari melaporkan potensi
bahaya, menggunakan sarana pemadam apabila kondisi memungkinkan, hingga
melakukan evakuasi dengan tertib menuju titik kumpul. Keselamatan diri dan
orang lain harus menjadi prioritas dalam situasi darurat.
Mitigasi kebakaran pada akhirnya bukan hanya berkaitan
dengan ketersediaan peralatan keselamatan, tetapi juga pembentukan budaya sadar
risiko di lingkungan kampus. Pemeriksaan rutin, kepatuhan terhadap prosedur
keselamatan, serta kepedulian untuk melaporkan kondisi yang berpotensi
menimbulkan bahaya merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Melalui peningkatan kewaspadaan tersebut, Prodi Ilmu
Komunikasi UNESA mendorong terciptanya lingkungan belajar dan bekerja yang
lebih aman, terutama selama musim kemarau. Kewaspadaan terhadap hal-hal kecil
dapat menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.