Mahasiswa Ikom UNESA Borong Dua Penghargaan di Program Internasional INSPIRE
ikom.fisipol.unesa.axc.id., Surabaya -- Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dalam International Short Course Program on Islamization of International Relations and Communication Sciences (INSPIRE) yang diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, salah satu mahasiswa Ikom UNESA yakni Evan Ghani berhasil membawa timnya meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Best Teamwork dan Best Group Discussion. Program INSPIRE merupakan short course international yang mempertemukan mahasiswa lintas jurusan dan latar belakang akademik, mulai dari Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, hingga peserta berlatar belakang dosen dan lulusan S1. Kegiatan ini dirancang berbasis diskusi intensif melalui focus group discussion (FGD) dengan penekanan pada nilai-nilai keislaman dan pemikiran kritis.
Dalam program tersebut, Evan Ghani dipercaya menjadi ketua kelompok dan memimpin diskusi bersama tim. Berkat kerja sama yang solid dan argumentasi akademik yang kuat, kelompok ini berhasil meraih dua penghargaan utama. Capaian tersebut diraih bersama tim, termasuk rekan dari UNESA, Muhammad Alif Daffa Raihan. Selain itu, beberapa kelompok lain juga memperoleh penghargaan, seperti Septy Nur Ramadhani dan Faizah yang meraih Best Presentation, serta Gadizah dan Jamilah yang mendapatkan Most Creative Solution.
Tantangan utama dalam kegiatan ini terletak pada karakter diskusi yang kritis dan berbasis nilai keislaman. Evan menjelaskan bahwa peserta dituntut untuk memiliki pemahaman konseptual yang kuat, riset yang mendalam, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis.
“Tantangan utama yang saya hadapi adalah karena kegiatan ini diikuti oleh peserta yang sangat kritis. Hal ini menuntut saya untuk melakukan riset mendalam dan memperkaya referensi. Alhamdulillah, latar belakang pendidikan pesantren cukup membantu saya dalam memahami konteks diskusi,” Jelasnya.

(Penyerahan Piagam Penghargaan. Dok/Pribadi)
Latar belakang pendidikan pesantren yang dimiliki Evan Ghani tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam memahami konteks diskusi dan memperkaya argumen yang disampaikan. Tidak ada proyek formal yang dipersiapkan jauh hari sebelum kegiatan berlangsung. Namun, proses belajar dilakukan secara intensif selama program berjalan melalui diskusi aktif, membaca referensi, serta penguatan argumen bersama tim.
Hal ini menunjukkan bahwa proses dan dinamika diskusi menjadi kunci utama dalam meraih hasil maksimal. Prestasi ini memberikan pengalaman berharga sekaligus pembuktian bahwa mahasiswa mampu bersaing secara akademik dan intelektual di forum internasional. Kepercayaan Evan Ghani sebagai ketua kelompok dan keberhasilan membawa tim meraih dua penghargaan menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga bagi Ilmu Komunikasi UNESA. Melalui capaian ini, Evan Ghani berpesan bahwa mahasiswa diharapkan tidak ragu untuk mencoba dan mengambil kesempatan di luar kampus. Keberanian keluar dari zona nyaman, kemauan untuk belajar, dan kesiapan berproses menjadi modal penting dalam meraih prestasi. Kesempatan akan selalu terbuka bagi siapa saja yang berani melangkah dan mengembangkan diri.
***
Reporter : Kerenhapukh, 2026
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA