Dari Kampus ke KBRI: Perjalanan Mameru Meraih Magang Internasional di Malaysia
ikom.fisispol.unesa.ac.id.,
MALAYSIA ― Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2023, Mochammad Daky
Mameru Alam, berhasil meraih kesempatan magang internasional di Kedutaan
Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai Penerangan
Sosial dan Budaya (Pensosbud) yang berlangsung selama November – Desember 2025.
Sebagai
bagian dari Pensosbud, Mameru menangani berbagai tugas kehumasan, seperti
menjadi narahubung antara masyarakat dan KBRI, membuat laporan berita,
melakukan fotografi, hingga mengelola media sosial. Ia juga membantu
penyelenggaraan event-event resmi KBRI, peminjaman baju adat, serta pembinaan
kegiatan sosial dan budaya. Menurutnya, seluruh tugas tersebut sejalan dengan
ilmu yang ia pelajari di Ilmu Komunikasi.
Kesempatan magang ini ia peroleh melalui program FISIPOL International Student Mobility (FISM) 2025. Mameru menjalani proses seleksi yang berlangsung pada 1–15 Mei 2025, dimulai dari pengumpulan berkas berupa nilai TEP/TOEFL, CV, motivation letter, sertifikat, hingga transkrip nilai. Setelah lolos seleksi berkas, ia melanjutkan ke tahap wawancara.
“Tahap
wawancara inilah yang menentukan, tergantung bagaimana kita bisa meyakinkan
diri kita dan juri agar diberi kesempatan. Hal yang ditanyakan tidak jauh beda
dari wawancara pada umumnya, seperti perkenalan motivasi dan dampak yang ingin
kalian berikan. But the most important thing is English Skill,”
jelasnya.
Mameru
mengaku bahwa motivasi terbesarnya adalah mendapatkan ilmu dan pengalaman baru
dalam skala global.
“Dari
kecil membayangkan apa bisa ke luar negeri untuk studi ataupun kerja. Sehingga
ketika ada program tersebut, aku mencoba dengan keyakinan dan harapan penuh
untuk bisa lolos,” ujarnya.
Menurutnya,
ilmu komunikasi merupakan bidang yang sangat luas dan dapat diterapkan tidak
hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam berbagai program magang.
Pengetahuan dan keterampilan yang ia pelajari di kelas terbukti membantu selama
proses seleksi, terutama kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing.
Ia menilai
bahwa kemampuan bahasa Inggris sangat diutamakan dan berpengaruh besar dalam kelolosan
di proses seleksi. Dengan bekal kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi yang
baik, ia merasa proses seleksi bisa dilalui dengan lebih mudah. Selain itu, ia
menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara doa, ikhtiar, dan tawakkal.
“Kuncinya ada di diri sendiri. It depends on you, how u can make your life
brighter, you have to work harder,” tuturnya.
Walaupun
begitu, Mameru mengaku tetap menghadapi tantangan sepanjang proses pendaftaran,
terutama karena harus membagi waktu dengan berbagai kegiatan kampus. Ia
menyatakan bahwa saat itu ia juga sedang mempersiapkan NUDC dan Pilmapres,
serta menjalankan tugas sebagai Duta Kampus, sehingga sempat dihantui pikiran
mengenai kemungkinan tidak lolos.
Di
tengah padatnya agenda tersebut, Mameru membagikan sebuah fun fact bahwa
jadwal wawancaranya sempat berbenturan dengan tanggung jawab sebagai Putra
Putri UNESA. Kondisi itu membuatnya perlu mencari jalan tengah agar bisa
menjalani keduanya, menyadari bahwa kesempatan seperti ini belum tentu datang
dua kali.
Ke
depannya, ia bertekad untuk terus mencari pengalaman, menjelajah, dan
memanfaatkan peluang yang dapat memperkaya pengetahuan serta keterampilannya.
Melalui
pengalaman ini, ia berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang,
mampu meraih cita-cita, dan mendapatkan pekerjaan impian yang sesuai dengan
passion-nya. Ia juga mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi lainnya untuk tidak
ragu mencoba berbagai program internasional untuk menambah pengalaman baru.
“Dunia
itu luas, sekali-kali coba ke luar negeri supaya tahu ternyata dunia seperti
ini hehehe,” pungkasnya.
Reporter:
Alya Nasyanur Fauzia, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA