Dies Natalis PODIUM 2025, Momentum Penguatan Identitas dan Kolaborasi
ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Pusat Dialog dan Diskusi Ilmu Komunikasi (PODIUM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Dies Natalis 2025 dengan mengusung tema “Merajut Asa, Satukan Rasa, Wujudkan Kolaborasi Bersama.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025 di Gedung I8 lantai 3 FISIPOL UNESA dan menjadi momentum reflektif setelah rangkaian diklat fungsionaris yang telah diselenggarakan sebelumnya.
Dies Natalis tahun ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus perayaan perjalanan organisasi, mulai dari capaian, transformasi internal, hingga kontribusi anggota dari masa ke masa. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif, fungsionaris baru, alumni, serta pihak-pihak yang selama ini mendukung eksistensi dan perkembangan PODIUM.
Ketua Pelaksana, Oktavia Dwi Ramadhani, menyampaikan bahwa acara ini dirancang tidak hanya sebagai peringatan formal, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat identitas organisasi dan meneguhkan kembali semangat kolaboratif antaranggota.
Pelaksanaan Dies Natalis menjadi lanjutan dari Diklat Fungsionaris Baru PODIUM yang sebelumnya berfokus pada penguatan kemampuan public speaking, critical thinking, hingga pengelolaan debat sehat. Rangkaian pembekalan tersebut menjadi pondasi bagi para fungsionaris baru untuk dikukuhkan secara resmi pada momentum Dies Natalis. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penyatuan visi, evaluasi bersama, serta penguatan solidaritas internal yang selama ini menjadi ciri khas organisasi.

Ketua PODIUM 2025/2026, Dzikra Sakha Rifattulloh, menegaskan bahwa Dies Natalis berperan penting dalam memperkuat nilai dan budaya organisasi, terutama di tengah perubahan kebutuhan komunikasi yang semakin dinamis.
“Dies Natalis kali ini memperkuat nilai visi dan misi, serta meningkatkan komunikasi dan kolaborasi setiap anggota PODIUM,” ujar Dzikra.
Ia juga menyoroti harapannya agar anggota yang baru dikukuhkan mampu berkontribusi lebih luas.
“Harapan saya, fungsionaris PODIUM mampu membawa energi dan ide-ide baru, tidak hanya di lingkungan mahasiswa saja, tetapi juga berdampak di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Ketua PODIUM periode sebelumnya, Aditya Mahendy Pratama, menilai bahwa penyelenggaraan Dies Natalis tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini mengalami kemajuan. Pada periode saya, kepengurusan masih belum terstruktur dengan rapi dan fokus pada rutinan diskusi. Tahun ini PODIUM sudah memiliki struktur kepengurusan dan departemen dengan tupoksi masing-masing,” jelas Adit.
Namun, ia menekankan bahwa struktur yang kuat masih perlu dibarengi dengan keharmonisan antaranggota.
“Harmonisasi antar anggota harus dijaga karena dalam organisasi ada banyak kepala dengan pemikiran masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana ketua merawat harmonisasi itu dan bagaimana anggota bisa saling mengelaborasi gagasan,” tambahnya.
Dies Natalis PODIUM 2025 menjadi momentum untuk menegaskan kembali identitas organisasi sebagai ruang dialog, wadah intelektual, dan pusat pengembangan kemampuan komunikasi mahasiswa. Dengan struktur kepengurusan yang semakin matang, semangat kolaboratif yang semakin kuat, serta energi baru dari fungsionaris hasil diklat, PODIUM menegaskan komitmennya untuk terus berkembang menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan berdampak.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA