Dua Karya Sineas Muda Kofiekom UNESA Tayang di SANSCREEN 2025
ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Dua film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut meramaikan acara SANSCREEN, ajang pemutaran film pendek yang menghadirkan atmosfer hangat di pusat Kota Surabaya. Acara yang digelar pada Minggu, 19 Oktober 2025 ini diselenggarakan oleh Regu Tulip di Vapeboss Taman Apsari dan menjadi wadah ekspresi bagi sineas muda Surabaya.
Program SANSCREEN menampilkan karya dari dua komunitas film mahasiswa, yaitu Kofiekom (Komunitas Film Indie Komunikasi) UNESA dan Kinne Komunikasi dari UPN Veteran Jawa Timur. Selain pemutaran film, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan musik dari Kopiasik serta dukungan berbagai brand lokal seperti TRILOGY Artisan Vape Co, JUTA, EIKA, VEM, CAIR, R99, dan Freezestate.
Kofiekom UNESA menampilkan dua film pendek mereka, yakni Latte Art (2024) karya sutradara Nandini Kharisma Putri dan Lama Tak Jumpa (2024) garapan Jagad Ageng Vinsky.

Latte Art bercerita tentang Arjun, seorang mahasiswa yang terjebak tekanan akademis dan menemukan ketenangan di sebuah kafe milik Naya, seorang barista penuh rahasia. Hubungan keduanya menjadi refleksi tentang bagaimana manusia, seperti halnya barista dalam meracik kopi, harus tahu cara membuat hidupnya tetap manis di tengah kepahitan.
“Latte Art itu bukan sekadar tentang kopi, tapi juga tentang kehidupan. Hidup memang pahit, tapi kita sendiri yang menentukan takaran untuk membuatnya manis,” jelas Manda, produser tim produksi.
Sementara itu, film Lama Tak Jumpa mengisahkan dua sahabat, Cobar (19) dan Mada (20), yang memutuskan untuk berlibur bersama setelah lama tidak bertemu. Namun, perjalanan mereka justru membawa suasana mencekam.
“Ide awalnya datang dari keresahan terhadap cara berpikir masyarakat yang sering mengaitkan hal-hal mistis dengan tempat baru atau sepi,” ungkap Nabilah, produser tim produksi.
Lebih dari sekadar pemutaran film, SANSCREEN menjadi ajang yang mempertemukan gagasan dan semangat baru dari para sineas muda. Melalui karya yang jujur dan beragam, komunitas film mahasiswa menunjukkan bahwa film tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang cara mereka membaca kehidupan dan membagikan pandangannya kepada publik.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA