Kofiekom UNESA Gelar Temu Komunitas dengan Kinne Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – LSO Kofiekom (Komunitas Film Indie Ilmu Komunikasi) UNESA kembali berinovasi dengan menyelenggarakan kegiatan temu komunitas pada 27 September 2024. Kegiatan bertajuk 'Teko-Kinne' ini digelar di Cafe AADK Keputih. Acara ini telah merupakan kolaborasi antara Kofiekom dengan Kinne Komunikasi, yaitu komunitas film dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT).
Ketua umum Kofiekom, Putri Nurrahma Maulidya, menjelaskan bahwa 'Teko-Kinne' merupakan inovasi yang dibuat oleh Kofiekom untuk menciptakan ruang diskusi dan kolaborasi positif.
"Pertama ingin memperkenalkan Kofiekom ke ranah lebih luas, dikhususkan di daerah Jawa Timur. Jadi acara ini merupakan acara resmi setiap bulannya, di mana Kofiekom akan terus berkolaborasi dengan komunitas-komunitas film di daerah Jawa Timur," tuturnya.

Acara ini merupakan edisi kedua dari 'Teko-Kinne' setelah sebelumnya diadakan bersama dengan Invieniti, Komunitas Film Indie dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
Dalam kegiatan ini, para anggota masing-masing komunitas telah terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek dalam industri film. Setiap anggota komunitas juga berkesempatan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan masing-masing.
Zakaria Putra Soekarno, sebagai Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar komunitas serta memperluas jaringan relasi.
"Semoga dengan temu komunitas ini kita bisa dapat insight baru, dapat pengalaman baru, dapat relasi baru, sih, yang penting," ungkapnya.

Kegiatan ini telah dipersiapkan oleh Kofiekom selama kurang lebih satu bulan, mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan tema hingga pemilihan komunitas yang akan menjadi mitra kolaborasi. Keberhasilan acara ini menunjukkan komitmen Kofiekom dalam mendukung pengembangan komunitas film di Jawa Timur.
Dengan antusiasme yang tinggi, 'Teko-Kinne' diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi platform bagi lebih banyak komunitas untuk berkumpul, berbagi, dan berkolaborasi di bidang film dan media. Kegiatan 'Teko-Kinne' ini juga menunjukkan potensi luar biasa untuk menjadi langkah positif dalam pengembangan industri film lokal di Indonesia [vld, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA