Merayakan Dies Natalis, PODIUM UNESA Latih Mahasiswa dengan Diklat Moderasi dan Public Speaking
ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Pusat Dialog dan Diskusi Ilmu Komunikasi (PODIUM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Diklat Fungsionaris Baru dengan fokus pada penguatan keterampilan berbicara di depan umum dan berpikir kritis. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Gedung I5 Ilmu Komunikasi UNESA, dan diikuti oleh 26 peserta terpilih melalui proses open recruitment.
Diklat tahun ini mengusung dua topik utama, yakni “Teknik Public Speaking dan Critical Thinking” serta “Moderasi dan Teknik Mengelola Perdebatan Sehat.” Melalui dua tema tersebut, PODIUM berupaya mencetak generasi komunikator muda yang tidak hanya fasih berbicara, tetapi juga bijak dalam berdiskusi dan berdebat secara etis.
Kegiatan dibuka dengan sambutan pembina dan kepala program studi, dilanjutkan dengan sesi materi dari dua pemateri utama, yaitu Muhamad Lukman Hakim Ridho dan Keisha Prabawa. Kedua narasumber membekali peserta dengan pemahaman tentang bagaimana menyampaikan ide secara persuasif, berpikir logis dalam menyusun argumen, serta menjaga netralitas dan etika dalam forum debat.
Menurut Dzikra Sakha Rifattulloh, Ketua PODIUM UNESA 2025/2026, diklat ini merupakan tahapan penting sebelum peserta resmi dikukuhkan menjadi fungsionaris baru.
“Mereka melalui serangkaian pembekalan mulai dari first gathering, diklat daring bersama pembina dan founder PODIUM, hingga pelatihan dan simulasi debat secara langsung,” ujar Dzikra.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dinilai berdasarkan keaktifan bertanya, kemampuan menanggapi, dan kerja sama dalam tim. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta akan mengikuti tahap akhir berupa pembacaan ikrar PODIUM pada momen Dies Natalis sebagai simbol resmi pengesahan fungsionaris.
Kegiatan diklat tidak hanya berisi sesi teori, tetapi juga praktik berupa simulasi debat, ice breaking, hingga grand final lomba debat. Peserta diajak untuk beradu argumen secara konstruktif dengan menjunjung nilai moderasi dan etika komunikasi.
Dzikra menambahkan, diklat ini diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter dan solidaritas di antara anggota baru.
“Melalui diklat ini, kami ingin semua fungsionaris PODIUM mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat keterampilan berbicara di depan umum, dan menumbuhkan semangat kebersamaan untuk membangun PODIUM menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PODIUM UNESA menegaskan komitmennya sebagai wadah pengembangan intelektual dan komunikasi mahasiswa yang mengedepankan diskusi sehat, berpikir terbuka, dan beretika dalam setiap forum akademik.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA