Pererat Iman dan Relasi, HIMAKOM UNESA Selenggarakan Persekutuan Doa Perdana
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SURABAYA - Himpunan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
menggelar persekutuan doa bagi mahasiswa Kristen dan Katolik pada Kamis, 22 Mei
2025. Bertempat di Gedung I5 Ilmu Komunikasi, acara ini mengangkat tema “Berjalan dalam Iman, Bukan dalam Ketakutan”
sebagai ruang perenungan dan penguatan rohani menjelang Ujian Akhir Semester
(UAS).
Menariknya, kegiatan ini menjadi
persekutuan doa perdana yang diadakan di lingkungan Program Studi Ilmu
Komunikasi. Antusiasme mahasiswa tampak terlihat sejak awal acara, mulai dari
sesi pujian, penyembahan, hingga firman dan doa syafaat bersama.
Wakil Ketua HIMAKOM 2025/2026, Velda
Aurelia Putri dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya
kegiatan ini. Velda berharap, persekutuan doa ini bisa menjadi ruang pelayanan
dan komunitas spiritual yang terus hidup di lingkungan Ilmu Komunikasi.
"Ini kali pertama dalam sejarah panjang Ilmu Komunikasi, ada persekutuan doa seperti ini. Ini kerinduan kita bersama, karena kita semua di sini ga ada apa-apanya tanpa teman-teman yang saling mendukung dan menopang dalam iman. Kita jalankan visi Tuhan di kampus ini sama-sama," ungkap Velda.
(Pendeta Rudi Hartono, M.A., M.Th.,
di sesi khotbahnya/ dok/ Pribadi)
Sesi firman disampaikan oleh Pendeta
Rudi Hartono, M.A., M.Th., yang membawakan pesan bertema Berjalan dalam Iman. Dalam khotbahnya, Pendeta Rudi mengajak
mahasiswa untuk hidup berlandaskan iman, bukan ketakutan, sebagaimana tertulis
dalam Yakobus 2:26 “iman tanpa perbuatan
adalah mati”.
Ia juga menjelaskan bahwa iman
sejati harus dibuktikan lewat tindakan nyata, dan iman itu sendiri timbul dari
pendengaran akan firman Tuhan, seperti tertulis dalam Roma 10:17.
Pendeta Rudi menambahkan, dalam
menghadapi berbagai proses kehidupan, penting bagi setiap orang percaya untuk
memiliki hikmat. Berdasarkan Amsal 4:8, hikmat bukan sekadar kepintaran,
melainkan kemampuan untuk menjalani hidup benar sesuai rancangan Tuhan.
"Tanpa hikmat, hidup bisa sibuk tapi sia-sia. Kita bisa
cepat ambil keputusan, tapi tanpa arah. Maka jadikan hikmat itu prioritas dalam
hidup, bukan sekadar pelengkap," tegasnya.
Pesan praktis juga disampaikan lewat
renungan dari Matius 6:25-34 tentang pentingnya tidak kuatir menghadapi masa
depan. “Kalau ingin hasilnya, jangan
hindari prosesnya. Kalau mau buahnya, jangan malas merawat pohonnya,” pesan
beliau menutup sesi firman.
Kegiatan persekutuan doa ini
mendapat respons positif dari mahasiswa. Selain menjadi ruang penguatan
spiritual menjelang UAS, acara ini juga diharapkan bisa menjadi agenda rutin di
lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi.
"Kami berharap ke depannya bisa ada persekutuan-persekutuan doa lanjutan, supaya mahasiswa di sini bisa terus saling menguatkan secara iman," tutup salah satu peserta, Zimri.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA