Tampilkan Bakat Monolog, Rahman Berhasil Raih Juara 3 Got Talent Competition
ikom.fisipol.unesa.ac.id.,
SURABAYA — Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2023, Muhammad Yusuf
Syahsiah Rahman Anwar, kembali raih prestasi di ajang pencarian bakat atau Got Talent Competition tingkat Provinsi
Jawa Timur melalui penampilan monolog kategori usia 13 tahun ke atas yang
diselenggarakan di Trans Icon Mall Surabaya, Minggu (08/06/2025).
Diikuti oleh puluhan pelajar dan mahasiswa, Rahman berhasil menguasai panggung lewat penampilan monolog yang mengusung cerita tentang bullying, masalah nyata yang kerap dialami pelajar dan remaja, sehingga menjadi isu yang relevan dan mengandung pesan sosial untuk menarik simpati dan kesadaran penonton.
Namun, informasi mengenai lomba baru diterima oleh Rahman mendekati hari pelaksanaan sehingga terdapat keterbatasan waktu yang menjadikan persiapannya kurang maksimal. Got Talent Competition juga menjadi ajang perlombaan baru bagi Rahman sehingga belum memiliki cukup pengalaman sebagai acuan. Kondisi ini menjadikan tantangan tersendiri yang harus ia hadapi.
“Persiapan kurang matang karena dapat informasi lombanya juga agak mepet hari H lomba, jadi latihan dan persiapan nya terbatas. Serta aku juga first-time ikut lomba ini jadi belum banyak memiliki pengalaman terkait lomba ini juga,” ungkapnya.
Semantara dalam persiapannya, Rahman memanfaatkan waktu hanya 2-3 hari menjelang pelaksanaan lomba dengan rutin berlatih akting untuk mendalami karakter dan menyesuaikan ekspresi dengan isi naskah. Ia juga memperhatikan gestur dan intonasi agar pesan dapat tersampaikan dengan kuat. Serta untuk dapat mendukung visual karakter yang diperankan, Rahman merias dirinya dengan make up.
Kabar kemenangannya pun membawa rasa senang dan bangga karena berhasil mencetak prestasi baru di ajang Got Talent. Menurutnya, kunci keberhasilannya dalam mengikuti lomba monolog di tengah waktu persiapannya yang singkat terletak pada kesesuaian penampilan dengan bakat yang dimiliki serta kemampuan menghafal dengan baik.
“Kunci kesuksesan dalam lomba ini yaitu di teknik menghafal dan tampil bakat terbaik sesuai potensinya. Karena aku lombanya tampil monolog, tentunya aku juga harus menguasai akting dalam memperagakan karakter yang aku tampilkan,” jelasnya.
Rahman berharap pengalaman mengikuti lomba ini dapat menambah wawasan dan ilmu baru untuk dirinya. Ia juga berharap mahasiswa Ilmu Komunikasi lainnya bisa termotivasi dari pengalaman yang ia miliki.
“Hal yang aku
selalu ingat adalah: ‘Tak perlu nunggu hebat untuk memulai, tapi mulailah untuk
jadi hebat.’ Muda hanya sekali, berbuatlah untuk berdedikasi dan
berkontribusi,” pesannya.
Reporter: Alya
Nasyanur Fauzia, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA