Unesa dan Batangas State University Perkuat Kolaborasi Akademik Melalui Kuliah Tamu
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SURABAYA – Sekitar 120 hadirin memadati aula I6 FISIPOL Unesa pada
Selasa, 2 September 2025. Mereka mengikuti kuliah tamu bertajuk An
Introduction to Asian Theories and Its Relevance to Philippine Communication
and Culture. Hadir
sebagai narasumber, Berna Grace A. Padua, MPAf dari Batangas State University,
The National Engineering University, Batangas, Filipina. Acara ini dimoderatori
oleh dosen Ilmu Komunikasi Unesa, Mochammad Masrikhan, S.I.Kom., M.Commun.
Dalam sambutannya, Dekan FISIPOL Unesa, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami,
M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan kolaborasi antara Unesa
dan Batangas State University. “Kolaborasi akademik akan terus terjalin antara kedua
belah pihak,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa maupun dosen dari kedua universitas dapat saling belajar dan saling berkunjung. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya memberi manfaat bagi institusi, tetapi juga berdampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara umum.
Pada kesempatan tersebut, Berna Grace menekankan pentingnya saling menguatkan antarakademisi di Asia, khususnya Asia Tenggara. Menurutnya, akademisi Filipina maupun Indonesia memiliki banyak temuan teori dan metode dengan kekhasan masing-masing. “Keunikan itu perlu diamplifikasi ke dunia global,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama
interdisipliner sangat dibutuhkan sebagai upaya memperluas international
exposure. Jika pengembangan ilmu pengetahuan berbasis perspektif dan
kekhasan Asia berhasil dilakukan, manfaatnya akan lebih konkret—tidak hanya
untuk Asia, tetapi juga bagi belahan dunia lain yang akan memperoleh keragaman
pemahaman.
Sebagai peserta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Hamima Okamtiyan mengungkapkan kesannya. “Saya rasa kuliah tamu kali ini sangat berkesan, karena ini pertama kalinya saya mengikuti kelas dengan pemateri dari luar negeri. Pada kuliah ini kami dapat mengetahui lebih lanjut tentang negara Filipina, Asian Communication Theories, dan relevansinya terhadap kultur komunikasi yang ada di Filipina,” tuturnya.
Reporter: Dr Rio Febriannur Rachman, S.S, M.Med.Kom
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA