BKPSDM Magetan Gandeng Akademisi UNESA untuk Bahas AI dalam Transformasi ASN

ikom.fisipol.unesa.ac.id., MAGETAN—Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan menggelar webinar Ayo Sinau Seri 38 secara daring melalui Zoom pada Rabu, 19 Februari 2025. Dalam webinar bertema 'Adaptasi Teknologi AI untuk Transformasi Kinerja ASN dan Peningkatan Layanan Publik', BKPSDM Magetan menghadirkan dosen Ilmu Komunikasi UNESA, Oni Dwi Arianti, S.S., M.I.Kom., sebagai narasumber, serta Suci Lestari, S.H., Plh. Kepala BKPSDM Magetan, sebagai keynote speaker.

(Oni Dwi Arianti, S.S.,
M.I.Kom. Menjelaskan Materi Terkait Penggunaan AI/ dok/ Pribadi)
Oni Dwi Arianti, S.S., M.I.Kom., menegaskan
bahwa adaptasi AI dalam birokrasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan
kebutuhan dalam menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efisien dan
transparan. Menurutnya, transformasi kinerja ASN harus melalui tiga tahapan
utama, yaitu dari sistem manual, digitalisasi, hingga automasi berbasis AI.
“Adaptasi AI dalam sektor pemerintahan
bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menciptakan birokrasi yang lebih
efisien dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Suci Lestari, S.H., Plh. menyoroti kesiapan ASN Magetan dalam memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Menurutnya, sistem berbasis AI dapat mempercepat administrasi, meningkatkan akuntabilitas, dan menghilangkan potensi celah kecurangan dalam birokrasi.
“Dengan sistem berbasis AI, kita
mengeliminasi celah kecurangan dan meningkatkan akuntabilitas pelayanan
publik,” ungkapnya.
Teknologi ini diharapkan dapat mencegah
praktik perizinan yang tidak transparan, menghilangkan pengurusan backdate di
luar sistem, serta menciptakan birokrasi yang lebih terbuka dan dapat diawasi
langsung oleh masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi digitalisasi
layanan, Magetan telah mengembangkan beberapa inovasi seperti Pak Tuwa (Pelayanan
Administrasi Kependudukan Tutul WhatsApp), ADM (Anjungan
Dukcapil Mandiri), MPP (Mal Pelayanan Publik), dan SP4N
Lapor (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).
Beberapa inovasi digital dari Surabaya, seperti Single Submission
Window (SSW), E-Kios, dan layanan darurat 112, juga disebut
sebagai referensi dalam pengembangan layanan publik berbasis AI di daerah lain.
Webinar ini juga membahas berbagai
teknologi yang dapat mendukung optimalisasi layanan publik berbasis AI,
seperti chatbot untuk layanan informasi otomatis, Klaviyo
OCR untuk pengenalan dokumen secara digital, serta model pemrosesan
bahasa alami seperti BERT dan RoBERTa guna
meningkatkan efektivitas komunikasi digital pemerintahan
Melalui diskusi ini, para ASN diharapkan
semakin memahami pentingnya adaptasi AI dalam meningkatkan kualitas pelayanan
publik serta mendorong terciptanya birokrasi yang lebih modern, transparan, dan
efisien.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno,
2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA