Cerita Mahasiswa Unesa Exchange di Negara Gajah Putih, Thailand

ikom.fish.unesa.ac.id, Surabaya - Aliffifo Reksa mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi angkatan 2021 berkesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar di negara Thailand pada bulan September 2023. Tidak sendirian, terdapat 5 orang lainya yang berasal dari prodi yang berbeda-beda. Mereka semua diberangkatkan pada 1 September 2023. Acara exchange ini berlangsung selama 1 bulan lamanya. Mereka exchange di King Mongkut University of Technology North Bangkok yang berletak di Distik Wong Sawang, Bangkok Utara.
King Mongkut University of Technology North Bangkok menerima para peserta mahasiswa pertukaran pelajar dengan sangat baik dengan fasilitas yang disediakan sangat memuaskan, mulai dari apartemen yang layak dengan AC, akses ke gym dan tempat lainya (ditunjukan dengan IC atau kartu mahasiswa Thailand). Selain itu, berbagai kegiatan menarik selalu dilakukan mulai dari kelas, English corner, kunjungan ke stasiun televisi, kunjungan ke SLB atau sekolah luar biasa, kunjungan ke sekolah taman kanak-kanak , dan tak hanya kegiatan dari kamus saja, melainkan juga ada kegiatan seru-seruan bareng teman-teman dari Thailand lainya.
Kegiatan perkuliahan pun disesuaikan dengan prodi asal, seperti Universitas Negeri Surabaya.
"Saya selaku mahasiswa yang berasal dari prodi Ilmu Komunikasi mendapatkan mata kuliah DLQ atau Development Life Quality dimana akan membahas tentang bagaimana improviasasi dalam kehidupan agar menjadi lebih baik, bagaimana mengelolan dan manajemen stres dan sebagainya. Selain itu, kami semua juga mendapatkan mata kuliah psikologi, terdapat tugas-tugas yang harus diselesaikan yang telah diberikan oleh dosen. Selanjutnya, kita juga mendapatkan program English corner yang dikemas dengan aktivitas-aktivitas menyenangkan agar mahasiswa Thailand dapat belajar Bahasa Inggris dengan mudah," ungkap Aliffifo.

Tak berhenti disitu, terdapat salah satu program mereka mendatangkan para foreign untuk mengasah mahasiswa
Thailand dalam berbahasa Inggris.
"Sesekali kami juga menjadi asisten para tutor untuk membuat program dan pembelajaran menyenangkan. Kami menjadi tutor Bahasa Inggris disana dalam beberapa kali pertemuan. Jujur, itu menjadi tantangan tersendiri untuk kami dalam berkomunikasi di tengah perbedaan bahasa dan minimnya kemampuan berbahasa Inggris di Thailand karena mereka memiliki alfabet yang berbeda. Namun sesuai motto dari Unesa, Satu Langkah di Depan, hal tersebut bukanlah masalah bagi kami. Sangat menyenangkan dan merupakan pengalaman baru bagi kami," tutur Aliffifo.
Aliffifo mengaku, selama di Thailand, dirinya mendapat banyak teman baru asal negara gajah putih itu.
"Orang-orangnya sangat ramah, baik, dan sangat tertarik dengan foreign. Kita juga berkesempatan untuk hangout bersama dan banyak hal yang telah kami coba di Thailand, mulai dari naik MRT, Bus, Tuk-Tuk, Boat Sungai, menjelajah wisata hingga berburu kuliner dan street food Thailand yang sangat populer", ucapnya.
Dirinya menambahkan, karena mayoritas penduduk Thailand beragama non-muslim sehingga cukup susah untuk menemukan makanan halal bagi mereka yang berlatar belakang agama Islam. Namun di sisi lain, makanan Thailand memiliki keunikan tersendiri. Rasanya cukup asam bagi warga Indonesia, banyak beras yang digantikan oleh ketan, dan kuliner ekstrem Thailand yang tidak ditemukan di Indonesia. Tempat wisata di sini sangat menarik, terutama nilai-nilai seni dan sejarah yang terkandung di dalamnya, terdapat banyak kuil Budha, kerajaan Thailand dan tempat bersejarah lainya.
"Kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat bernilai selama menempuh pendidikan dengan suasana yang berbeda. Selain itu kami juga mendapat kesempatan untuk belajar budaya dan explore Thailand lebih dalam. Terdapat banyak keunikan di negeri gajah putih ini, tak sedikit culture shock bagi kami. Namun hal tersebut bukanlah sebuah hambatan karena itu adalah budaya baru yang dapat kita pelajari", tutup Aliffifo.
Penulis : Aliffifo Reksa