Dalami Dunia Penyiaran, Tim Sirius Terjun Langsung Lewat Produksi Program di TV9 Nusantara
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SURABAYA
- Tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas, dunia penyiaran menuntut
pemahaman langsung melalui praktik lapangan. Hal inilah yang dirasakan lima
mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) selama mengikuti
Studi Independen di TV9 Nusantara.
Stasiun
televisi lokal yang identik dengan program edukasi dan nilai keislaman ini
menjadi ruang belajar langsung bagi mereka untuk memahami dinamika produksi
siaran secara profesional.
Selama
kurang lebih empat bulan, lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Sirius
tersebut beranggotakan Siti Mamlu’atus Salimah, Keyne Syifaul Izzah, Nizaria
Kusumastuti, Talitha Adindiya Ruciragati dan Rafli Aditia Najwan.
Kelimanya
mengaku bahwa mereka memulai kegiatan studi independen ini dengan proses
identifikasi kebutuhan mitra terlebih dahulu. Tim Sirius menemukan bahwa, TV9
memerlukan penguatan pada manajemen pra-produksi, perencanaan konten, serta
konsistensi penyuntingan untuk distribusi digital. Temuan tersebut, menjadi
dasar penyusunan alur kerja tim selama program berlangsung.
Dalam
proses pembelajaran, mereka terlibat langsung dalam produksi program Hujjah
Aswaja, sebuah talk show keagamaan yang membahas isu-isu aktual dari
perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah.
Tidak
hanya menjadi pengamat, para mahasiswa ini turut menjalankan peran penting di
balik layar, mulai dari riset tema, penyusunan rundown, pembuatan Question
Card (QC), hingga membantu mengarahkan kru, host, dan narasumber selama
proses taping.
Pembagian
tugas selama program juga membuat setiap anggota memegang peran strategis.
Salimah bertugas sebagai asisten produser yang memastikan kelancaran siaran
sesuai rundown. Keyne mengatur waktu jalannya acara dan menyusun jadwal
taping. Talitha menangani penataan set dan koordinasi artistik. Sementara itu,
Nizaria dan Rafli berperan sebagai operator dan editor dalam proses post-production.
Tidak sebatas bekerja di studio, mereka juga kerap turun ke lapangan untuk mewawancarai masyarakat yang ingin menyampaikan pertanyaan seputar hukum dan kehidupan keagamaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dibahas langsung oleh narasumber pada segmen interaktif Hujjah Aswaja. Aktivitas ini melatih kemampuan komunikasi mereka sekaligus memperluas pemahaman tentang kebutuhan informasi publik.

Selain
produksi siaran, Tim Sirius juga terlibat dalam proses post-production,
salah satunya dengan membuat potongan video siaran ulang untuk diunggah ke
media sosial TV9. Melalui pengalaman-pengalaman tersebut, mereka belajar
bagaimana ide program dikembangkan hingga menjadi tayangan utuh, informatif dan
menarik yang siap mengudara.
“Tantangan
terbesarnya justru di pembagian jobdesk. Tim kami cuma berlima, jadi setiap
orang harus multitasking dan efisien. Selain itu, nggak semua dari kami
terbiasa membahas topik yang sangat agamis. Tapi justru dari situ kami belajar
banyak hal baru,” ujar Salimah, selaku ketua tim sekaligus asisten produser
program.
Selain
tantangan teknis, perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan kerja juga
menjadi pengalaman menarik tersendiri. Mahasiswa yang terbiasa dengan suasana
kampus negeri harus beradaptasi dengan atmosfer kerja yang menjunjung tinggi
nilai-nilai religius, mulai dari cara berpakaian, gaya komunikasi, hingga ritme
kerja yang menyesuaikan jadwal siaran dan kegiatan keagamaan.
“Meskipun
kami berlima sama-sama anak managemen media, awalnya agak kurang terbiasa ya
dengan lingkungan kerja yang lumayan religius, tapi lama-lama kami belajar
bahwa profesionalisme juga berarti mampu menghargai budaya dan nilai di tempat
kita bekerja,” ujar Talitha, salah satu anggota tim Sirius.
Dengan
demikian, tim Sirius tidak hanya mengasah kemampuan teknis di bidang produksi
siaran televisi, tetapi juga belajar tentang empati, komunikasi lintas budaya,
dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Dari
hasil wawancara bersama produser TV9, keterlibatan tim Sirius ini memberikan
beberapa dampak positif bagi TV9. Proses pra-produksi tercatat menjadi lebih
efisien karena adanya perencanaan rundown yang lebih rinci dan sistematis,
serta sangat terbantu dengan kemampuan mahasiswa untuk meriset tema untuk
menyesuaikan kebutuhan masyarakat Nahdliyin.
Selain
itu, produksi konten digital menjadi lebih konsisten dengan meningkatnya jumlah
potongan video yang siap tayang. TV9 juga mendapatkan dukungan sumber daya
dalam operasional produksi harian pada program “Hujjah Aswaja”.
Lewat
program Hujjah Aswaja, tim Sirius mengaku semakin menyadari pentingnya peran
media dalam mengajak masyarakat untuk mencari jawaban hukum dan keagamaan dari
sumber yang benar. Pembelajaran
tersebut tidak hanya membangun kompetensi teknis, tetapi juga membentuk
karakter insan komunikasi yang peka, beretika, dan bertanggung jawab sosial.
Penulis:
Tim Sirius (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor:
Alya Nasyanur Fauzia, 2025
***
Laboratorium
Ilmu Komunikasi UNESA