Dorong Kualitas Riset dan Pengabdian, Dosen UNESA Ikuti Pelatihan DPPM 2026
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SURABAYA-Puluhan dosen Unesa mengikuti pelatihan proposal penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat dana Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026. Terdapat empat narasumber yang hadir dalam acara yang digelar di lantai sebelas Gedung Rektorat kampus dua Unesa.
Prof. Dr. Siti Zubaidah menjadi nara sumber pertama yang menyampaikan materi tentang penelitian dan pengabdian masyarakat. Prof. Zubaidah—sapaan akrabnya—menyatakan bahwa penerimaan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat oleh DPPM dibuka secara bertahap. Pada awal bulan November hingga awal Desember 2025 skema RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak) yang sudah dibuka.
Pada pemaparan kedua, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si fokus pada materi RIKUB. Riset ini merupakan riset yang dananya cukup besar karena melibatkan kolaborasi antar-perguruan tinggi, mitra, dan pemerintah. Prof. Taufiq juga menjelaskan bahwa pemilihan judul dan ringkasan dalam proposal penelitian sangat penting agar peluang kelolosan semakin tinggi.
“Banyak judul proposal penelitian yang salah skema karena belum memahami secara utuh pedoman penelitian dan pengabdian masyarakat. Namun, pada tahun lalu dana penelitian dan pengabdian memang terbatas, sehingga beberapa proposal tidak diloloskan meskipun nilainya bagus,” ujar Prof. Taufiq.
Ia menambahkan bahwa faktor utama kelolosan suatu proposal pertama-tama ditentukan oleh pemilihan judul dan ringkasan. Judul penelitian dan pengabdian harus diupayakan sesuai dengan asta cita pemerintah saat ini.
Tidak hanya proposal penelitian yang akan didampingi oleh para narasumber untuk mendapatkan bimbingan, proposal pengabdian kepada masyarakat juga ikut menjadi perhatian. Nara sumber ketiga Prof. Dr. drh. R. Wisnu Nurahyo menyampaikan materi tentang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat memiliki nilai lebih karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat yang menjadi mitra pengabdian.
“Pengabdian dapat menjadi peran nyata dunia akademik terhadap masyarakat secara langsung. Peran para dosen bersama mahasiswa akan menjadi warisan baik bagi masyarakat,” tegas Prof. Wisnu.
Narasumber terakhir Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si menyampaikan bahwa penelitian dan pengabdian dapat dilakukan secara bertahap dari skema yang paling mudah dahulu. Menurutnya, pengusulan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana dosen untuk melaksanakan tri dharma.
Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, para peserta pelatihan diarahkan untuk bergabung ke dalam tiga kelompok kecil agar lebih fokus selama pembimbingan penyusunan proposal. Para dosen peserta pelatihan tampak antusias mengikuti seluruh kegiatan meskipun dilaksanakan pada akhir pekan, Sabtu 8/11/2025.
Tiga kelompok pembimbingan penyusunan meliputi sosial humaniora, sains teknologi, dan pendidikan. Prodi Ilmu Komunikasi dapat masuk ke tiga kelompok pembimbingan penyusunan proposal karena sifat keilmuannya yang memang multi-disiplin. Terdapat banyak topik penelitian bidang ilmu komunikasi yang dapat berkaitan dengan sosial humaniora, sains teknologi, maupun pendidikan. Oleh karena itu, dua dosen Prodi Ilmu Komunikasi yang hadir berada di kelompok yang berbeda. Mochammad Masrikhan berada di kelompok sosial humaniora, sedangkan Buyung Pambudi berada di kelompok sains teknologi.
Reporter: Buyung Pambudi
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA