Dosen UIR dan UNESA Ajak Siswa SMA Bahrul Ulum Sekapuk Gresik Tangkal Hoaks Jelang Pilkada 2024

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA - Lebih dari 40 siswa kelas 12 tampak semangat berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa seminar bertajuk "Menangkal Hoaks Jelang Pilkada 2024". Acara ini merupakan kolaborasi antara Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan SMA Bahrul Ulum. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 22 September 2024 di SMA Bahrul Ulum, Sekapuk, Gresik. Tujuan dari seminar ini adalah meningkatkan literasi media di kalangan generasi milenial, khususnya dalam menghadapi potensi penyebaran hoaks menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024.
Seminar ini dihadiri oleh para narasumber berkompeten dari dua universitas, yakni UIR dan UNESA, yang bekerja sama dengan SMA Bahrul Ulum, Sekapuk Gresik, untuk memberikan wawasan penting kepada para siswa terkait tantangan yang dihadapi dalam era digital.
Acara ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Bahrul Ulum, Khoirul Syafik,
S.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para dosen dari UIR
dan UNESA. "Kami sangat berterima kasih kepada para narasumber yang sudah
meluangkan waktu di hari libur untuk membekali para siswa dengan ilmu yang
sangat penting tentang literasi media. Ini adalah pengetahuan yang sangat
berharga, terutama menjelang Pilkada 2024, di mana hoaks semakin marak,"
ujar Khoirul.
Dr. Fatmawati Moekahar, S.IP, M.M., dari UIR menjadi pemateri pertama.
Dengan latar belakang keahlian di bidang Political Campaign, Political
Communication, Marketing Communication, dan Digital Literacy, ia membahas
pentingnya pendidikan politik bagi generasi milenial. Menurutnya, pemahaman
yang baik tentang politik bukan hanya membantu siswa menghindari manipulasi
informasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam pemilu dan politik
secara umum.
Dalam penyampaiannya, Dr. Fatmawati menekankan beberapa poin utama,
yakni Memahami Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara. Meningkatkan Partisipasi
dalam Pemilu, Menghindari Manipulasi, Memperjuangkan Perubahan dengan
Pendidikan Politik. Serta mengingatkan bahwa Pilkada serentak akan diadakan
pada 27 November 2024, sehingga penting bagi siswa untuk mempersiapkan diri
dengan baik dan memiliki literasi politik yang kuat agar tidak mudah
terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan.
Sesi kedua dibawakan oleh Muhammad Hilmy Aziz, S.Sos, M.Ikom., dari UNESA
yang fokus pada tema menangkal hoaks menjelang Pilkada 2024. Berbekal
pengalaman dalam kajian komunikasi politik dan literasi digital, Hilmy
memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa tentang cara mendeteksi dan
menghindari informasi palsu yang sering muncul, terutama di masa-masa sensitif
seperti Pilkada.
Ia menyoroti bahwa hoaks telah menjadi salah satu senjata paling
efektif untuk mempengaruhi opini publik secara negatif, terutama melalui media
sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi sangat penting bagi para
siswa untuk memahami bagaimana menghadapi informasi yang mereka terima setiap
hari.
Hilmy membagikan beberapa tips sederhana untuk menangkal hoaks, antara
lain: Cek Sumber Informasi, Jangan Cepat Membagikan Informasi, Waspada dengan
Judul Sensasional, Perhatikan Tanggal dan Isi Berita,Ikuti Akun dan Media
Kredibel, Hati-Hati dengan Foto dan Video, Pikirkan dengan Logika.
Tips terakhir, Hilmy mengajak siswa untuk berpikir kritis dan logis.
"Jika sebuah informasi terasa tidak masuk akal, lakukan pengecekan lebih
lanjut sebelum mempercayainya," ujarnya.
Selain kedua pemateri utama, tim PKM dari UNESA yang turut berpartisipasi terdiri dari Dr. Dwi Prasetyo, M.PSDM, Dr. Teguh Dwi Putranto, S.Pd., S.I.Kom., M.Med.Kom, serta dua anggota tim Humas. Sedangkan dari UIR diwakili oleh Dr. Fatmawati Moekahar, S.IP, M.M.

Melalui seminar ini, para siswa SMA Bahrul Ulum diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih kritis dalam menyikapi informasi, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks menjelang Pilkada 2024. Kolaborasi antara universitas dan sekolah ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam membangun kesadaran literasi media dan politik di kalangan generasi muda. Dengan bekal pengetahuan ini, generasi milenial diharapkan menjadi pemilih yang cerdas dan partisipatif dalam menciptakan masa depan politik yang lebih baik dan bebas dari pengaruh hoaks [2024].
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA