FISIPOL Raih Juara Tim Terunik, Dosen Ilmu Komunikasi Ikut Tampilkan Kreasi Unik Line Dance

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA―Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ke-60, terdapat beberapa rangkaian kompetisi yang memicu semangat kreativitas seluruh civitas akademika UNESA, salah satunya yakni Lomba Line Dance atau Lomba Langkah Dansa DWP UNESA yang diselenggarakan di Auditorium Lt. 11 Rektorat UNESA, Kampus UNESA Lidah Wetan pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Rutin melakukan latihan selama dua bulan terakhir, Tim FISIPOL UNESA berhasil meraih penghargaan dengan nominasi 'Tim Terunik'. Pencapaian tersebut juga tak luput dari berbagai persiapan matang, mulai dari tata rias hingga tata busana yang melengkapi penampilan tim dalam membawakan lagu wajib berjudul 'Wirang'.

FISIPOL UNESA mengirimkan sepuluh nama delegasi dosen dan tenaga kependidikan FISIPOL untuk mengikuti kompetisi Line Dance ini. Ada pun dua dosen Ilmu Komunikasi UNESA juga turut tergabung melengkapi formasi tim tersebut. Sepuluh peserta tersebut di antaranya:
1. Riayanti Prasetyaningsih (Ketua Dharma Wanita FISIPOL)
2. Tara Satyawati (Kepala Seksi Bidang 2 FISIPOL)
3. Puspita Sari Sukardani (Dosen Ilmu Komunikasi)
4. Revienda Anita Fitrie (Dosen Administrasi Negara)
5. Ani Setiowati (Pengelola Kemahasiswaan dan Alumni FISIPOL)
6. Awaliatul Marifah (Pengadministrasi Akademik Sosiologi)
7. Febriandita Tedjomurti (Dosen Sosiologi)
8. Silkania Swarizona (Dosen Ilmu Politik)
9. Jauhar Wahyuni (Dosen Ilmu Komunikasi)
10. Dian Ayu Larasati (Dosen Pendidikan Geografi)

Jauhar atau akrab disapa Jojo, dosen Ilmu Komunikasi yang merupakan seorang anggota tim Line Dance mengungkapkan bahwa pemilihan konsep kostum yang minimalis namun terkesan eksentrik menjadi salah satu alasan yang membawa Tim FISIPOL meraih kemenangan tersebut.
"Salah satunya kostum yang simple dan berbeda dari kostum-kostum tim lainnya yang mengenakan kebaya atau baju daerah. Namun kami memutuskan untuk memakai baju simple bertemakan merah putih karena masih dalam nuansa kemerdekaan di bulan Agustus, dan juga kostum mempertimbangkan kenyamanan dalam bergerak. Kostum juga dikombinasikan dengan obi bermotif batik merah di bagian pinggang untuk mempermanis total look," ungkapnya.
Tak hanya dari segi penampilan kostum saja, Jojo turut menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor pendukung lainnya yang mampu menyempurnakan penampilan mereka di atas panggung, "Yang lainnya mungkin dari formasi dan kepercayaan diri tim saat berdansa."
Puspita, dosen Ilmu Komunikasi juga diamanahi menjadi komandan tim membersamai Ketua Dharma Wanita FISIPOL, Riayanti. Perannya juga menjadi salah satu penunjang keberhasilan tim dalam menyandang nominasi 'Tim Terunik', terutama dalam penyusunan dan perencanaan koreografi yang unik, serta penggunaan tata busana dan tata rias yang estetik.
"Dari sisi kostum sebetulnya minimalis, tetapi kita menambahkan elemen-elemen estetis, seperti permata. Selanjutnya, gerakan line dance kita juga sesuai dengan gerakan aslinya," ucap Puspita [astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA