Gandeng Fotografer Expert, Agil Gilang Prakoso Bagikan Pengalaman Praktisi Mengajar Visual Digital dan Multimedia

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA―Agil Gilang Prakoso, seorang expert di bidang industri kreatif berkesempatan untuk mengampu mata kuliah Visual Digital dan Multimedia selama kurang lebih satu semester. Perannya sebagai dosen tamu tersebut merupakan wujud implementasi dari program Kampus Merdeka, yakni Praktisi Mengajar 4 yang diinisiasi oleh Kemdikbudristek RI.
Agil mengaku bahwa ia bukanlah sarjana Ilmu Komunikasi, tetapi ia memiliki dedikasi dan ketertarikan di bidang produksi media, sehingga ia memiliki segudang kisah pengalaman karir yang dapat dibagikan kepada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, khususnya mahasiswa yang kini tengah menempuh semester 4.
”Mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi sesuai dengan bidang saya, yakni sebagai seorang fotografer yang memiliki consent di dunia industri kreatif. Selain itu, Ilmu Komunikasi juga sangat relevan dengan expertise atau pengalaman kerja saya, sehingga menurut saya ada PR besar untuk sharing kepada teman-teman mahasiswa mengenai ilmu di bidang industri kreatif,” ungkap Agil.

Dalam rangka mempersiapkan masa depan dan perjalanan karir mahasiswa, Agil juga menjelaskan bahwa ia memiliki andil untuk berkontribusi dalam pengembangan wawasan mahasiswa, “Nanti ketika terjun di dunia kerja, setidaknya mahasiswa sudah mengetahui gambaran besar di dunia industri kreatif itu seperti apa.”
Agil merasa senang dapat berbagi pengalaman dan ilmu seputar industri kreatif melalui mata kuliah Visual Digital dan Multimedia. Pada mata kuliah ini, ia mengajar tentang online editing dan offline editing, sekaligus memperkenalkan berbagai software editing foto maupun video, kegunaan dari setiap fitur editing yang tersedia, serta menjelaskan tentang pengoperasian software editing agar mahasiswa dapat memperoleh output berupa foto dan video yang bagus.
Menurut Agil, setiap mahasiswa memiliki potensi masing-masing dan tidak semuanya memiliki minat di satu bidang visual digital. “Misalnya saya mengajar tentang post-production, saya sadar bahwa nggak semua orang memiliki minat post-production atau editing. Tetapi setidaknya saya punya harapan besar bahwa di suatu hari nanti, apa yang telah saya bagikan itu dapat menjadi bekal ilmu yang relatable dengan dunia industri media,” jelasnya.
Selanjutnya, dikenal sebagai dosen praktisi yang asyik, Agil turut menerangkan bahwa ia telah melakukan riset target audiens sebelum pada akhirnya memutuskan untuk mengabdi di Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, “Saya sebagai praktisi harus riset mengenai audiensnya seperti apa. Ketika kita nggak tahu bagaimana profil audiens, maka otomatis apa yang kita ajarkan tidak akan menarik. Tetapi saya senang, saya bertemu banyak teman baru di Ilmu Komunikasi UNESA.”
Hal tersebut juga diamini oleh Nadya Fitrah, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA yang mengikuti kelas praktisi Visual Digital dan Multimedia. “Belajar Visual Digital dan Multimedia bersama Mas Agil sangat asyik, karena ilmu yang diberikan dapat upgrade knowledge kami dan dapat kami terapkan ke depannya. Saya sangat berharap semoga di kelas praktisi selanjutnya akan lebih banyak variasi mengajarnya,” ucap Nadya [astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA