Ilmu Komunikasi UNESA Gelar Uji Publik Kurikulum Transformasi Bersama Stakeholder, Alumni dan Mahasiswa

ikom.fisipol.unesa.ac.id,
SURABAYA—Guna
memperoleh umpan balik terkait rancangan struktur kurikulum transformatif dari
para ahli praktisi, Prodi S1 Ilmu Komunikasi UNESA menyelenggarakan kegiatan Uji
Publik Kurikulum Transformasi bersama para stakeholder,
alumni dan mahasiswa pada Kamis, 5 September 2024 di Master’s Room, Gedung i8 FISIPOL, Kampus UNESA Ketintang.
Kegiatan
pagi ini diawali dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan 1 FISIPOL UNESA, Dr.
Harmanto, S.Pd., M.Pd. dan Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, Dr. Anam Miftakhul
Huda, S.Kom., M.I.Kom. Dalam pemaparannya, Anam mengungkap bahwa Prodi Ilmu Komunikasi
UNESA kini telah menjadi pusat unggulan global dalam mengembangkan ilmu
komunikasi berbasis sociopreneurship
yang inovatif dan transformatif.
“Artinya
global di sini kita sudah mengacu ke kurikulum internasional, akreditasi
internasional, bahkan kita sudah mengadakan konversi credit transfer yang bekerja sama dengan kampus luar negeri.
Harapan kita nanti, transformasi kurikulum yang berbasis sociopreneurship itu dapat menciptakan suatu usaha di bidang ilmu
komunikasi, seperti membuat media yang dapat berkembang atau menciptakan
lapangan pekerjaan di bidang ilmu komunikasi,” terang Anam.
Tak
lupa, Anam juga menambahkan bahwa terdapat tiga pemetaan konsentrasi yang
menjadi ciri khas program studi, yakni Marketing
Communication, Communication
Development dan Manajemen Media Massa, sehingga pada forum pagi ini,
terdapat sejumlah tamu undangan yang ikut berpartisipasi aktif memberikan
wawasan dan masukan sesuai dengan pemetaan konsentrasi tersebut.
Turut hadir Pimpinan Redaksi Suara Surabaya, Eddy Prasetya, Asisten Manager DBL Arena, Enka Satya, Wakil Pimpinan Redaksi Jawa Pos, Fanny Firmansyah, Kepala Sub Koordinator Komunikasi Pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, I Gede Alfian Septamiarsa, Social Media Specialist Parahita, Edwin Nathanael dan Kanaka Bhaswara Prabhata, beserta beberapa alumni Prodi Ilmu Komunikasi UNESA.

Eddy
mengungkap bahwa telah banyak perubahan dalam industri media, termasuk adanya
perubahan model bisnis yang saat ini mengacu pada jangkauan, sehingga mahasiswa
perlu untuk dibekali akan kemampuan riset sebagai suatu elemen yang fundamental
di masa mendatang.
“Terjadi pelemahan pada sisi jangkauan dan manfaat karena adanya faktor eksternal, seperti persaingan asimetris antara media sosial dengan media mainstream. Komunikasi di masa depan bukan lagi mengembangkan media, tetapi justru media dijadikan sebagai tools untuk mengembangkan sesuatu. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan riset, menemukan masalah dan solusi dengan menggunakan imajinasi dan kreativitas, tidak hanya sekadar kemampuan administratif,” ungkap Pimpinan Redaksi Suara Surabaya mengawali sesi diskusi.

Fanny
mengindahkan pernyataan tersebut. Ia menyatakan setuju bahwa mahasiswa
memerlukan kemampuan dasar penulisan konten kreatif sebelum dihadapkan dengan
berbagai case project, “Kita mencoba
kolaborasikan semua project, termasuk
memberikan kemampuan dasar mobile
journalism kepada para wartawan dan jurnalis. Sebelum melangkah lebih jauh,
mahasiswa perlu dibekali kemampuan penulisan konten kreatif.”
Kanaka
dan Edwin menambahkan perlu adanya kolaborasi aktif dalam dunia agensi di
samping adanya kemampuan riset dan analisis data. “Perlu adanya kolaborasi
dalam tim dan pemahaman akan alur kerjanya. Mahasiswa perlu dibekali penguasaan
tools, sehingga nantinya dalam penggunaan media sosial, mereka mampu melihat
dan menganalisis data, menentukan korelasi data dengan campaign perusahaan, serta menentukan rencana strategis ketika
mengelola sebuah brand,” tambah
Kanaka.
Pandangan
berbeda diungkap oleh Enka. Ia melihat adanya generational gap antara mahasiswa dengan atasannya ketika mereka
terjun ke dalam dunia industri. “Persiapan ke dunia industri adalah kemampuan
komunikasi, karena saya melihat ada generational
gap dan kurang inisiatifnya mahasiswa dalam melakukan pendekatan dengan
pimpinannya, sehingga perlu adanya pembekalan etika profesi,” ucap Enka.
Dengan
berakhirnya kegiatan Uji Publik Kurikulum Transformasi ini, diharapkan terdapat
pengambilan langkah yang tepat dalam berkontribusi menghasilkan sarjana Ilmu
Komunikasi yang kompeten dan berdaya saing global.
Di
samping itu, hadirnya forum diskusi ini pula menjadi simbol terjalinnya
hubungan dan kerja sama baik antara Prodi Ilmu Komunikasi UNESA dengan para stakeholder yang bersifat kontinuitas,
terutama dalam menunjang kelancaran dan keberhasilan program MBKM [astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA