Kolaborasi Inspiratif! Dosen dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Borong Penghargaan Anugerah Humas Diktisaintek 2024

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Kabar
gembira kembali dikumandangkan oleh Direktorat Humas dan Informasi Publik UNESA
pada Jumat (13/12/2024) di Graha Diktisaintek, Jakarta. Pasalnya, Vinda Maya
Setianingrum, S.Sos., M.A., Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Direktur Humas
UNESA beserta Erza Angelia Putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022
telah meraih sejumlah penghargaan Anugerah Humas pada ajang Anugerah Diktisaintek
2024.
Anugerah Diktisaintek 2024 merupakan acara
tahunan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan
Teknologi (Ditjen Diktiristek) untuk mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan
dari perguruan tinggi, LLDikti, mitra industri, lembaga kementerian, media, dan
jurnalis atas capaian kinerja dan kontribusi aktif dalam menyongsong
transformasi perguruan tinggi.
Perhargaan yang diperoleh oleh Vinda
Maya Setianingrum, Dosen Ilmu Komunikasi UNESA, di antaranya adalah meraih Gold Medal dalam kategori Anugerah Humas
Siaran Pers, Silver Medal dalam
kategori Anugerah Humas Media Sosial, dan Bronze
Medal dalam kategori Anugerah Humas Insan Humas.
Sedangkan penghargaan yang diperoleh oleh Erza Angelia Putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA, yaitu meraih Bronze Medal dalam kategori Anugerah Humas Pers Mahasiswa.


Dalam mengikuti kompetisi tersebut,
keduanya sepakat mengusung tema ‘Transformasi Perguruan Tinggi’ dengan subtema pilihan
‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)’. Alasan disepakatinya subtema tersebut
karena program MBKM telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar
dan mengembangkan kompetensinya di luar kampus.
Menurut Vinda, program MBKM menjadi
wadah strategis yang dapat memberikan dorongan signifikan untuk meningkatkan
akses dan kualitas pendidikan bagi penyandang disabilitas.
“Melalui MBKM, mahasiswa disabilitas
memiliki kesempatan yang setara untuk mengejar minat akademis mereka, memperluas jaringan sosial,
dan terlibat dalam lingkungan belajar yang mendukung sehingga dapat memperkuat esensi kesetaraan dalam pendidikan
tinggi dan menjadikan MBKM sebagai pionir perubahan positif bagi seluruh
komunitas akademis melalui berbagai upayanya,” paparnya.
Di samping itu, Erza dalam tulisan opininya
mengutarakan bahwa program MBKM merupakan langkah yang tepat untuk meminimalisir
terjadinya kesenjangan, terutama menekan peningkatan angka pengangguran di
Indonesia. Menurutnya, program MBKM telah membuka kesempatan seluas-luasnya
bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri.
Sebagai delegasi mahasiswa, Erza melihat
adanya berbagai program MBKM pilihan telah memberikan efek jangka panjang bagi
perkembangan kualitas mahasiswa. Misalnya seperti proyek kemanusiaan,
pertukaran pelajar, studi independen, pengajar muda, penelitian, hingga praktik
kerja atau magang.
“MBKM
memberikan peluang kepada mahasiswa untuk melangkah lebih jauh. Lebih dari
sekadar pemenuhan SKS semata, program MBKM membuka mata mahasiswa mengenai apa
yang harus dihadapi di dunia pekerjaan lebih awal,” ungkapnya secara tertulis
di Radar Surabaya Jawa Pos.
Tentu dengan diraihnya penghargaan humas tersebut, tersirat adanya harapan dalam menjalankan fungsi komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan publik, baik di dalam maupun di luar kampus. Melalui subtema yang diangkat, diharapkan menjadi ajang pertukaran terpetik (lesson learned) dalam mendukung transformasi perguruan tinggi dan mengentaskan permasalahan sosial di Indonesia [astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA