Laboratorium Ilmu Sosial FISIPOL UNESA Gelar SNIIS 2024, Diskusi Soal Isu Keragaman, Pluralisme dan Pemberdayaan Minoritas di Indonesia

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Pada 9 November 2024, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah menggelar kegiatan Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS) 2024 dengan mengangkat tema 'Isu Keragaman, Pluralisme dan Pemberdayaan Minoritas di Indonesia'. Kegiatan ini telah berlangsung secara online melalui Zoom Meeting dan ditayangkan melalui Youtube Departemen Ilmu Komunikasi UNESA.
Keberhasilan dari kegiatan ini tidak terlepas dari adanya partisipasi dari seluruh peserta. SNIIS 2024 telah diikuti oleh lebih dari 130 partisipan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, meliputi perwakilan dari Universitas Islam Riau, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Telkom Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Balitar, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Airlangga, Universitas Fajar Makassar, serta Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya.


Melalui tema yang diusung, diharapkan hal ini dapat mendorong peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengeksplorasi lanskap harmoni sosial dan kearifan lokal. Gerakan kolektif yang muncul melalui konferensi ini juga diharapkan mampu memantik pembahasan mengenai harmonisasi sosial di skala yang lebih luas.
Turut hadir Dekan FISIPOL UNESA, Dr. Wiwik Sri Utami, M.P. memberikan pengantar sambutan mengawali SNIIS 2024. Ia menegaskan bahwa hadirnya seminar ini merupakan sebuah wujud dari visi misi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menciptakan ruang akademik yang progresif dan bermakna, tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga bagi praktisi Ilmu Sosial.
"Melalui kegiatan SNIIS 2024 ini, kami berharap dapat menjadi forum diskusi yang signifikan dalam mengembangkan ilmu sosial melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan semangat untuk bersama-sama memajukan pendidikan," ujarnya.
Selanjutnya, seminar nasional ini dilengkapi pula dengan 4 pembicara yang berasal dari berbagai latar belakang universitas, di antaranya Dr. Danang Tandyonomanu, Dosen Ilmu Komunikasi UNESA, Dr. Fatmawati, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (UIR), Dr. Yuanita Setyastuti, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan Dr. Muhammad Taqiyuddin, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Darussalam Gontor.
Adapun Dr. Fatmawati sebagai pembicara pada sesi pertama membawakan materi seputar komunikasi anak muda untuk perubahan sosial. Menurutnya, materi ini relevan dengan kerangka tema SNIIS 2024 yang mengedepankan keragaman dalam pluralisme, di mana komunikasi anak muda memegang peranan krusial dalam menggerakkan perubahan sosial.
Kemudian sesi presentasi dilanjutkan oleh Dr. Danang yang memaparkan materi seputar komunikasi inklusif untuk meminimalisir konflik horizontal di era digital. Dalam konteks pluralisme yang diangkat oleh SNIIS 2024, Dr. Danang menjelaskan pentingnya menciptakan ruang dialog yang aman dan inklusif di era digital guna meminimalisir konflik horizontal. Hal ini sejalan dengan komitmen SNIIS 2024 untuk mendorong diskusi yang lebih luas mengenai harmoni sosial.
Tak kalah menarik, Dr. Yuanita sebagai narasumber ketiga dalam seminar nasional ini turut membawakan topik tentang kampanye perubahan sosial perbudakan anak perempuan di media sosial. Ia melihat bahwa media sosial kini menjadi ruang interaksi digital yang sangat dinamis, di mana diskusi terkait minoritas, identitas dan perbedaan budaya seringkali mendapat perhatian luas. Menurutnya, dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, kampanye sosial ini dapat menjangkau audiens lebih luas, menggalang dukungan global, serta menciptakan tekanan untuk penegakan hukum.
Terakhir, Dr. Taqiyuddin menutup sesi presentasi pagi hari ini dengan membawakan materi seputar Alqur'an dan bahasa toleransi untuk seluruh umat. Dalam konteks keragaman dan pluralisme, Dr. Taqiyuddin mengajak para peserta untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai toleransi yang diajarkan dalam Alqur'an dapat diterapkan dalam komunikasi antarumat beragama, serta memperkenalkan peran bahasa dalam membangun suasana yang harmonis di tengah keberagaman.
Seusai sesi presentasi dan tanya jawab yang diikuti oleh para peserta SNIIS 2024 dengan sangat antusias, seluruh peserta mulai diarahkan menuju panel masing-masing untuk segera melangsungkan agenda presentasi artikel ilmiah yang telah melewati tahap seleksi naskah. Terdapat 13 panel yang masing-masing terdiri dari kurang lebih 10 presenter artikel ilmiah. Selama kurun waktu 3 jam, para presenter mempresentasikan karya artikel ilmiah mereka dengan dipandu oleh moderator.
Forum konferensi ini mengusung visi untuk mewujudkan wadah akademik yang progresif dan berarti bagi para akademisi dan praktisi ilmu sosial. Dalam mengimplementasikan visi tersebut, SNIIS 2024 hadir sebagai ruang dengan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan keilmuan, yakni melalui diskusi yang kolaboratif, pertukaran pengetahuan dan mendorong kemajuan pendidikan secara kolektif. Diharapkan SNIIS 2024 tak hanya sekadar menjadi ruang untuk memfasilitasi pertukaran ide dan gagasan, melainkan juga membangun jejaring dan kolaborasi yang berarti [astr & vld, 2024].
Saksikan Live Streaming 'SNIIS 2024: Isu Keragaman Sosial, Pluralisme dan Kelompok Minoritas di Indonesia' di kanal YouTube: Departemen Ilmu Komunikasi UNESA.
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA