Magang di Malaysia : Akhirnya Banyak Belajar Hal Baru

ikom.fish.unesa.ac.id, Surabaya - Cerita mengenai magang di Negeri Jiran diawali ketika Farah mengikuti program proyek kemanusiaan yang diadakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia (MRPTNI) dalam waktu dua bulan saja. Ia merupakan mahasiswa semester enam prodi Ilmu Komunikasi yang ditempatkan untuk magang di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
“Emang awalnya dari UNESA memberikan durasi selama dua bulan untuk aku melaksanakan program di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur tapi karena saat itu aku juga mendapatkan visa pelajar dari Inti International University akhirnya aku bisa lebih dari 30 hari," ujarnya.
Kesempatan ini ia manfaatkan untuk menggenapkan durasi magang menjadi empat bulan mengingat visa yang diberikan juga tercatat memiliki tengang waktu yang aman dan sesuai dengan linimasanya. Tentu hal ini juga berdasarkan kesepakatan beberapa pihak.
Dalam waktu empat bulan tersebut banyak belajar hal baru oleh Farah ditambah lagi kondisi yang jauh dari kampung halaman akan membuat dirinya harus bisa mandiri dalam menghadapi tantangan.

“Awal aku datang disini itu aku gak bisa memotret pakai kamera dengan hasil yang bagus karena emang tidak pernah melakukan hal itu tapi waktu aku magang disini mau nggak mau aku harus mengontak beberapa teman, belajar otodidak dari Google untuk bisa mengoperasikan kamera sehingga mendapatkan hasil yang bagus,” ungkap Farah.
Tak hanya itu tantangan lain yang dihadapi oleh Farah tidak pernah menggunakan aplikasi Adobe Ilustration dan Adobe Light Room mengingat hal ini perlu ia kuasai mengingat social media specialist yang ada di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebelumnya menggunakan dua aplikasi tersebut.
“Memang aku harus belajar lagi sampai akhirnya aku harus ngerepotin beberapa temanku untuk minta diajarin bahkan sampai saat ini dan guru guru disini juga selalu bantuin dan support aku untuk bisa lebih berkembang," tambah Farah.
Selain belajar untuk bergelut dibidang per-adobe-an ia juga mengkapkan aktivitas yang menjadi andalan dan kesukaannya saat di SIKL, yakni hampir setiap hari banyak sekolah, kampus maupun instansi pemerintah datang untuk berkunjung, melakukan penelitian bahkan pengabdian kepada masyarakat bagi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Menyambut tamu, menjadi pengarah acara, berbagi cerita menjadi kegiatan sehari harinya.
“Mungkin memang kegiatannya terlihat monoton tapi menyenangkan sekali bisa bertemu dengan sesama orang Indonesia saat ada di negeri orang,” ucap Farah tentang pengalaman senangnya.
Tak hanya itu hal suka yang dialami olehnya adalah mendapatkan lingkungan yang suportif selalu membantu hingga membuatnya lebih mudah untuk berkembang dan beradaptasi.
“Jujur aku senang banget bisa dekat dengan guru yang ada di SIKL berada dilingkungan yang positif".
Selain itu, ia menceritakan bahwa berada diluar Indonesia membuka pandangannya terhadap banyak hal utamanya budaya yang mungkin serumpun tapi ternyata perbedaan itu tetap terlihat.
“Disini tuh orangnya lebih bermacam gitu jadinya banyak budaya baru yang akhirnya aku tahu langsung dan tentu aku akhirnya bisa menceritakan budaya Indonesia bagi warga Malaysia”.
Ada suka tentu ada duka, Farah mengungkapkan bahwa sulit baginya ketika awal melakukan magang di luar negeri tepatnya di Kuala Lumpur karena ia harus jauh dari keluarganya.
“Karna mungkin aku waktu kuliah setiap minggu selalu pulang jadi agak sedih aja gitu karna harus enggak pulang selama empat bulan lamanya dan jauh dari rumah,” ungkap Farah.
Penulis : Farah