Menuju Transformasi Kurikulum, Ilmu Komunikasi UNESA Menyelenggarakan Curriculum Sanctioning

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA –
Program Studi S1 Ilmu Komunikasi UNESA menggelar Curriculum Sanctioning, sebuah acara penting sekaligus langkah
kritis dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan standar
global melalui pengembangan kurikulum program studi. Agenda ini diselenggarakan
di Courtroom I8.02.03 FISIPOL UNESA pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Diselenggarakan bertepatan dengan
konferensi Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Jawa Timur
2024, Prodi Ilmu Komunikasi memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan
proses peninjauan dan evaluasi terhadap struktur dan isi kurikulum dengan
membuka ruang diskusi yang memungkinkan adanya sesi berbagi pengalaman praktis
oleh pihak-pihak yang terlibat dalam rapat koordinasi tersebut.
Prodi Ilmu Komunikasi UNESA saat ini
sedang gencar dalam melakukan akreditasi, salah satunya untuk mewujudkan
transformasi menuju akreditasi unggul dan mencapai skala internasional, sehingga
segala kritik dan saran dari para peserta konferensi sangatlah dibutuhkan dalam
merekonstruksi tatanan kurikulum program studi yang lebih relevan dengan
kebutuhan industri dan masyarakat global.
Kegiatan ini pun dihadiri oleh Dr. S.
Bekti Istiyanto, M.Si. selaku Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Surokim Abdus Salam
selaku Ketua ASPIKOM Jawa Timur, dan Dr. Wiwik Sri Utami, M.P. selaku Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA.
Ketiganya mengharapkan bahwa Prodi Ilmu
Komunikasi UNESA dapat menjalin kemitraan dan memperkuat kurikulum yang berorientasi
pada perkembangan zaman.
Adapun perwakilan dosen dari sejumlah perguruan
tinggi di Jawa Timur yang turut bergabung dalam pertemuan ini, antara lain
Universitas Trunojoyo Madura, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Diponegoro,
STIKOSA AWS, Universitas Merdeka, UIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara,
Universitas Kristen Petra, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Curriculum
Sanctioning ini pun
berlangsung dengan diawali oleh pemaparan visi, misi, tujuan, dan strategi
Prodi Ilmu Komunikasi UNESA oleh Dr. Anam Miftakhul Huda, S.Kom. M.I.Kom.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan terkait Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
beserta struktur kurikulum transformatif yang telah digagas oleh Prodi Ilmu
Komunikasi UNESA.
Terdapat beragam masukan yang diterima
oleh Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, salah satunya mencakup transparansi sistem
dan alat ukur asesmen. “Sistem dan alat ukur asesmennya harus jelas dan
terukur, seperti peraga, rancangan, bobot, dan modul. Alat ukur Outcome Based Education (OBE) yang
biasanya berbentuk kualitatif, Prodi juga harus mampu menerjemahkan asesmen
terukur berbentuk kuantitatif, mengingat tantangan kita semua adalah menentukan
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL),” saran Edo, perwakilan dosen dari Universitas
Diponegoro.
Curriculum
Sanctioning ini
merupakan salah satu wujud komitmen Prodi Ilmu Komunikasi UNESA dalam
menghadapi tantangan perkembangan zaman, khususnya dalam menghasilkan lulusan
Ilmu Komunikasi yang lebih berkualitas dan siap mengepakkan sayapnya untuk bersaing
dalam kancah internasional [astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA