Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Internasional Guna Penguatan Nilai Kebangsaan dan Kewarganegaraan Bagi WNI di Malaysia

Ikom.fish.unesa.ac.id, KUALA LUMPUR―Jajaran
dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya
(FISIPOL UNESA) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional
atau International Community Services
di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu, 13 Juli 2024.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
(PKM) yang mengusung tema besar ‘Penguatan Nilai Kebangsaan dan Kewarganegaraan
Bagi Warga Negara Indonesia di Malaysia’ ini diusulkan oleh Tim Pengusul
FISIPOL yang terdiri dari Dr. Moch. Mubarok Muharam, Dr. Danang Tandyonomanu, Dr.
Wiwik Sri Utami, Dr. Nugroho Hari Purnomo, Drs. Artono, M.Hum, Dinar Rizky
Listyaputri, M.Pd, dan Revienda Anita Fitrie, S.I.P., M.P.A.
Kegiatan ini dihadiri oleh 25 imigran asal Indonesia yang saat ini menetap di ibu kota Malaysia.
Beberapa di antaranya berlatarbelakang sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW),
mahasiswa/pelajar, pekerja rumah tangga, dan ibu rumah tangga.
Kegiatan ini berupaya untuk mengimplementasikan
ilmu sosial dan teori praktis yang bertujuan khusus untuk memperkuat nilai moral
kebangsaan dan kewarganegaraan dalam ruang lingkup internasional kepada para imigran asal Indonesia. Sosialisasi ini juga ingin menanamkan
rasa cinta tanah air dan rasa bangga dengan identitas diri mereka sebagai
Warga Negara Indonesia (WNI).
Sambutan dari Koordinator Program Studi S1 Ilmu Politik, Dr. Moch. Mubarok Muharam, selaku Ketua Tim Pengusul menjadi prolog dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) siang hari itu. Kemudian dilanjutkan dengan agenda penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement). Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber, di antaranya Dr. Danang Tandyonomanu, Dr. Nugroho Hari Purnomo dan Drs. Artono.
“Mereka (penduduk migran) memiliki problem, yaitu jauh dari keluarga dan tempat tinggal asalnya.
Tujuan adanya PKM ini adalah terkait bagaimana supaya mereka tetap merasa bahwa
diri mereka adalah orang Indonesia. Problem
yang ada tersebut menjadi cikal bakal dari permasalahan yang berkenaan dengan
kebangsaan dan kewarganegaraan,” ungkap Dr. Danang Tandyonomanu.
Harapannya, dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional ini dapat membangun semangat cinta tanah air dan rasa bangga terhadap identitas diri sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di negeri manapun kita berada [astr, 2024].
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA