Peran Komunikasi Eksternal dalam Memperluas Jangkauan Program RCTI, GTV, dan MNCTV
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Jakarta – Bagi jutaan pemirsa di Indonesia, televisi kerap dipahami sebatas
hasil akhir berupa tayangan yang hadir di layar kaca. Padahal, realitas
industri penyiaran nasional jauh lebih kompleks. Di balik setiap program yang
tayang, terdapat proses panjang yang melibatkan strategi komunikasi, koordinasi
lintas media, serta pengelolaan publik secara terstruktur.
Pengalaman tersebut disaksikan
langsung oleh Miftahul Firmansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri
Surabaya, saat menjalani program magang di Divisi Publicity 3 TV MNC Group yang
menaungi RCTI, GTV, dan MNCTV. Ia melihat bahwa keberhasilan sebuah program
tidak hanya ditentukan oleh kualitas konten, tetapi juga oleh kekuatan
komunikasi eksternal dalam membangun jangkauan dan keterlibatan audiens.
Divisi Publicity berperan sebagai
penghubung antara program televisi dan berbagai pemangku kepentingan. Sebelum
penayangan, fokus utama diarahkan pada optimalisasi kanal digital dan
kolaborasi media. Strategi promosi dilakukan melalui blasting komunitas
Facebook, kerja sama dengan portal media daring, hingga koordinasi dengan
radio.
Upaya tersebut tidak sekadar
menyampaikan informasi, melainkan dirancang untuk membangun rasa penasaran dan
mendorong partisipasi publik agar hadir langsung ke studio.
Keberhasilan promosi digital
membawa tantangan baru di lapangan. Audiens yang sebelumnya berinteraksi secara
daring berubah menjadi massa nyata yang perlu dikelola secara profesional. Pada
tahap ini, komunikasi persuasif dan pelayanan menjadi elemen penting dalam
proses registrasi, pengarahan, hingga pengondisian penonton sebelum memasuki
studio.
Pendekatan yang humanis dan
terorganisir membuat penonton merasa dihargai sebagai bagian penting dari
program, bukan sekadar pelengkap suasana. Hal tersebut berkontribusi pada
terciptanya atmosfer acara yang hidup dan kondusif.
Kerja tim Publicity terbayar
ketika acara berlangsung dengan meriah. Kehadiran penonton dalam jumlah besar,
dipadukan dengan tata panggung yang megah, menciptakan energi positif yang
mendukung kualitas siaran.
(Kemegahan
panggung dan studio yang dipadati penonton dengan strategi publisitas
eksternal. Dok/Miftahul)
Di balik kemeriahan panggung,
dinamika komunikasi juga berlangsung di area backstage. Selain melayani
penonton umum, tim Publicity berinteraksi langsung dengan pengisi acara dan guest
star. Profesionalisme menjadi kunci dalam membangun hubungan kerja yang
baik, demi menjaga kenyamanan talenta yang akan berdampak pada performa mereka
di layar kaca.
Bagi Firman, pengalaman magang
ini memperluas pemahamannya tentang industri penyiaran. Komunikasi eksternal di
MNC Group tidak sekadar berfungsi sebagai pendukung, melainkan menjadi garda
terdepan dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing program televisi.
Dari perencanaan strategi media
hingga pengelolaan massa di lapangan, praktisi komunikasi dituntut untuk
adaptif, kolaboratif, dan solutif. Seluruh proses tersebut menjadi fondasi
penting dalam menghadirkan tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga
relevan bagi pemirsa Indonesia.
Penulis: Miftahul Firmansyah
(Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor: Putri Nailah Amelia, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA