Peran Lebih dari Sekadar Greeter dalam Pengalaman Magang Mahasiswa UNESA di Papua
ikom.fisipol.unesa.ac.id., Papua –
Sebagai mahasiswa, menjadi lulusan yang hanya dibekali pengetahuan teoretis
tidaklah cukup. Kemampuan adaptif serta keterampilan menghadapi dunia kerja
menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, program magang hadir sebagai jembatan
untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan
oleh Aldian Lukmanul Hakim, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri
Surabaya (UNESA) angkatan 2023, yang menjalani program magang sebagai Marketing
Communication Intern di Telkomsel Branch Timika, Papua.
Telkomsel sebagai operator
telekomunikasi terbesar di Indonesia memiliki jaringan yang menjangkau hingga
wilayah timur Nusantara. Kehadiran layanan di Papua mencerminkan komitmen
perusahaan dalam menghadirkan akses komunikasi yang merata bagi seluruh masyarakat,
termasuk di Kota Timika.
Namun, komitmen tersebut diuji
ketika terjadi gangguan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pada
Agustus hingga September 2025, bertepatan dengan awal masa magang Lukman.
Gangguan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat Timika akibat penurunan
kualitas sinyal.
Situasi tersebut mendorong banyak
pelanggan Telkomsel mendatangi Grapari Timika untuk memperoleh kejelasan. Di
awal masa magang, Lukman langsung terlibat dalam penanganan keluhan pelanggan.
Ia ditempatkan sebagai greeter yang berhadapan langsung dengan masyarakat,
sebuah peran yang menuntut kecepatan adaptasi dan ketahanan emosional.
“Saya ditugaskan sebagai greeter
untuk membantu Front Office Support (FOS). Kondisinya sangat menantang karena
pelanggan datang dengan keluhan yang beragam,” ungkap Lukman.
Meski penuh tekanan, pengalaman
tersebut menjadi proses pembelajaran berharga. Lukman menyadari bahwa inti dari
pelayanan pelanggan tidak hanya terletak pada penyelesaian teknis, tetapi juga
pada pendekatan komunikasi yang humanis.
“Saya belajar bahwa senyuman dan
keramahan sejak awal, bahkan sebelum pelanggan menyampaikan keluhan, dapat
mengubah suasana. Ekspresi yang awalnya marah bisa menjadi lebih tenang ketika
mereka merasa disambut dengan baik,” tuturnya.
Pengalaman paling berkesan bagi
Lukman terjadi ketika seorang pelanggan datang dalam kondisi lemas setelah
ponselnya dicuri. Dalam situasi tersebut, ia membantu proses penggantian kartu
SIM melalui verifikasi data hingga pencetakan ulang di mesin MyGrapari. Kartu
berhasil dicetak dengan nomor yang sama, dan pelanggan menyampaikan rasa terima
kasih karena merasa sangat terbantu.
“Momen seperti ini membuat saya
sadar bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana ternyata memiliki dampak nyata
bagi orang lain,” ujarnya.
Selain aktivitas di dalam kantor,
Lukman juga terlibat dalam kegiatan lapangan. Ia mengunjungi booth penjualan
untuk keperluan branding serta evaluasi performa penjualan produk. Kunjungan ke
mitra Digimap turut memberinya pengalaman memahami praktik Business to
Business (B2B).
(Aldian Lukmanul Hakim bersama
tim Telkomsel Timika dan mitra Digimap saat kunjungan kerja lapangan. Dok/Aldian)
“Pengalaman ini membuka wawasan
saya tentang bagaimana komunikasi korporat berjalan di level B2B, tidak hanya
berfokus pada konsumen akhir,” katanya.
Selama magang, Lukman juga
melakukan observasi terhadap pengelolaan media sosial Instagram Telkomsel
Timika yang dinilai belum optimal. Dari hasil pengamatan tersebut, ia
mengusulkan strategi kampanye digital untuk event Desember Fest melalui konsep #RaceToReboot.
Kampanye ini dirancang untuk meningkatkan engagement melalui penggunaan Instagram
Story template yang interaktif.
Pengajuan strategi tersebut
sejalan dengan momentum acara akhir tahun Telkomsel yang dinilai memiliki
potensi besar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
Kehadiran Lukman memberikan
kontribusi positif bagi tim operasional. Ia tidak hanya membantu Front Office
Support dalam menangani pelanggan, tetapi juga menghadirkan pendekatan layanan
yang lebih empatik dan komunikatif.
“Magang ini mengajarkan saya
bahwa komunikasi efektif bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga
tentang membaca situasi dan menyesuaikan pendekatan dengan kondisi lawan
bicara,” ungkap Lukman dalam refleksinya.
Melalui pengalaman tersebut,
Lukman berharap kerja sama antara Telkomsel Timika dan Universitas Negeri
Surabaya dapat terus berlanjut sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia
yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di berbagai
wilayah Indonesia.
Penulis: Aldian Lukmanul Hakim
(Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor: Putri Nailah Amelia, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA