Studi Independen di Harian Disway: Mahasiswa UNESA Belajar Peliputan dan Konten Media
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SURABAYA—Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Angkatan 2023 mengikuti program Studi Independen di Harian Disway. Dalam program tersebut, mereka terlibat langsung dalam proses dokumentasi dan produksi konten pada ajang DISWAY Mandarin Debate & Speech Competition yang digelar di Tunjungan Plaza, Surabaya.
Program Studi Independen yang berlangsung pada September hingga Desember 2025 ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dinamika kerja di industri media. Melalui keterlibatan pada kegiatan publik berskala luas, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam peliputan acara, produksi konten visual, serta kerja tim di lapangan.
“Selama kegiatan berlangsung, kami mendokumentasikan jalannya kompetisi, melakukan wawancara dengan peserta dan pengunjung, serta menangkap berbagai momen menarik selama acara,” ujar Lois selaku ketua tim sekaligus produser.
Tim ini terdiri atas Manda Dwi Agustin sebagai penulis naskah, Mochammad Rizky Widana dan Dimas Aji Saputro sebagai cameraman, serta Krisna Pambudi sebagai editor. Bersama-sama, mereka menghasilkan sejumlah video dokumentasi yang kemudian dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Harian Disway.
Dalam proses peliputan, tim menemukan berbagai momen unik, salah satunya ketika seorang peserta debat asal Madura mengungkapkan bahwa ia mempelajari bahasa Mandarin secara otodidak. Selain itu, interaksi dengan pengajar bahasa Mandarin asal Tiongkok turut memperkaya pengalaman mahasiswa dalam memahami konteks budaya dan komunikasi lintas bahasa.

Menurut Manda, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pembelajaran penting dalam memahami alur kerja media dan strategi penyusunan konten. “Kami belajar menyusun cerita visual yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan relevan bagi audiens media sosial,” tuturnya.
Kegiatan Studi Independen ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri media mampu menciptakan ruang pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mengasah pemahaman teoretis, tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa memperoleh bekal profesional sekaligus memperkaya portofolio di bidang produksi konten digital. Di sisi lain, Harian Disway mendapatkan tambahan konten kreatif yang mendukung penguatan eksistensi media di platform digital.
“Semoga Harian Disway dapat terus menghadirkan kegiatan positif seperti kompetisi debat ini dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutup Lois.
Penulis: Tim Beyond (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA