Transformasi Magang dari Beauty Lover Jadi Marketer
ikom.fisipol.unesa.ac.id., SIDOARJO - Masuk dunia kerja untuk pertama kali adalah pengalaman yang tak
terlupakan, terlebih jika dunia kerja tersebut selaras dengan minat pribadi.
Hal tersebut dirasakan oleh Cindya Firyal Adini, mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Negeri Surabaya angkatan 2022, saat dirinya menjalani program
magang sebagai Marketing Strategist
Intern di CV. Berkat Untung Bersaudara atau dikenal sebagai Azarine Cosmetic.
Sebagai
penggemar dunia kecantikan, Cindya sebelumnya hanya mengenal skincare dan makeup dari sudut pandang pengguna. Namun, selama lima bulan
magang, ia diberikan kesempatan untuk mengamati bagaimana sebuah brand
kecantikan bekerja dari balik layar, mulai dari merancang strategi pemasaran,
melakukan riset kompetitor, hingga memahami perilaku konsumen secara mendalam.
Dunia kecantikan ternyata bukan sekadar tampilan luar, tapi penuh dengan analisis data, ketepatan strategi, dan kolaborasi tim yang dinamis.
(Cindya dan
Berbagai Macam Produk Azarine Cosmetic. Dok/Pribadi)
Setiap
hari Cindya dihadapkan pada berbagai tantangan menarik, diantaranya ia harus
menyusun brief untuk Key Opinion Leader (KOL), mencocokkan
persona influencer dengan karakter
produk, hingga memastikan pesan yang disampaikan melalui kampanye sesuai dengan
tujuan brand.
Dari
proses tersebut ia belajar bahwa marketing tidak bisa disamakan untuk semua
orang. Setiap konsumen mempunyai cara
pendekatan yang berbeda dan setiap campaign
mempunyai arah komunikasi yang spesifik.
Tidak
berhenti sampai di situ, ia juga aktif melakukan riset tren digital yang sedang
viral. Mulai dari fenomena konten TikTok, hingga ulasan jujur di marketplace, semua diamati dengan teliti
untuk dijadikan bahan analisis dalam menyusun strategi konten.
Ia
juga membantu menganalisis sentimen publik terhadap produk-produk Azarine,
mencatat ulasan positif dan keluhan pelanggan, lalu menyusunnya menjadi insight yang dapat digunakan tim untuk
memperbaiki strategi pemasaran berikutnya.
Tugas
lainnya yang menjadi bagian kesehariannya adalah menyusun artikel promosi
produk yang akan dirilis. Cindya mengembangkan konten yang tidak hanya
menjelaskan fungsi produk, tapi juga menjawab keresahan yang biasa dialami
konsumen.
Mulai
dari bibir kering, tampilan kulit tidak merata, hingga pilihan makeup yang cocok untuk aktivitas
harian. Ia memadukan pengetahuan praktis dengan narasi kreatif agar tulisan
terasa dekat dengan pembaca dan tetap menjual secara halus.
Transformasi
yang dialami Cindya selama magang tidak hanya menambah portofolio, tetapi juga
membuka pandangannya tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Dunia kerja tidak
sekadar tentang menyelesaikan tugas tetapi juga tentang kolaborasi, inisiatif,
dan ketangguhan menghadapi tekanan.
Berawal
dari seorang beauty lover yang hanya
menikmati produk di depan kamera, kini ia memahami proses panjang yang membuat
satu produk bisa sampai ke tangan konsumen dengan pesan yang kuat dan berkesan.
Pengalaman
ini mengajarkan bahwa magang bukan sekadar formalitas akademik. Magang
merupakan pintu pertama untuk mengenal dunia industri secara nyata, belajar
dari kesalahan, memperbaiki diri, dan menemukan potensi yang mungkin selama ini
tersembunyi.
Di balik seluruh strategi, brief, dan data yang ia kerjakan, satu hal yang paling membekas bagi Cindya adalah bahwa setiap produk yang hebat selalu dimulai dari kerja tim yang solid dan strategi yang matang.
Penulis
: Cindya Firyal (Ilmu Komunikasi 2022)
Editor : Nur Mazidah Agustin N., 2025
***
Laboratorium
Ilmu Komunikasi UNESA