10 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Ceritakan Pengalaman Mengikuti Pertukaran Mahasiswa di Universitas Brawijaya

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Sepuluh mahasiswa angkatan 2022 asal Prodi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil lolos seleksi dan menjadi perwakilan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Mandiri di Universitas Brawijaya. Program yang dilaksanakan selama 1 (satu) semester ini merupakan bentuk jalinan kerja sama Prodi Ilmu Komunikasi UNESA dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya.
Sepuluh delegasi mahasiswa yang berangkat ke Universitas Brawijaya tersebut di antaranya Ahmad Reza Irsyadillah, Berlian Ike Wulandari, Arfina Putri Prihantoro, Aulia Fira Venata, Salsabilla Ayu Farabiyah, Nazjar Sakinah, Gilang Jibriel Aqsha, Alghifary Haidir Ikramullah, Rizkiyatun Nadlifah, dan Mohammad Teguh Santoso.
Selama satu semester, sepuluh mahasiswa tersebut menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya untuk melihat bagaimana perbedaan sistem pembelajaran, socio-culture dan lingkungan perkuliahan yang dilihat melalui pertemuan dengan beberapa universitas lain.
Program ini telah mempertemukan mereka dengan berbagai mahasiswa dari beberapa universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Negeri Malang dengan perwakilan 15 mahasiswa, Universitas Warmadewa (Bali) dengan perwakilan 3 mahasiswa, dan Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan perwakilan 4 mahasiswa.

Adapun terdapat tujuh mata kuliah yang mereka ambil di semester 5 ini, di antaranya Riset Komunikasi Strategis, Komunikasi Kreatif, Komunikasi Kesehatan, Komunikasi Visual, Komunikasi Bisnis, Strategic Brand Communication, dan Sosiologi Komunikasi. Melalui tujuh mata kuliah kerja sama prodi tersebut, mahasiswa akan menempuh sebanyak 20 SKS yang nantinya akan dikonversi oleh Prodi Ilmu Komunikasi UNESA usai program pertukaran mahasiswa ini berakhir.
Terhitung selama satu bulan program PMM berjalan, beberapa perwakilan mahasiswa PMM Ilmu Komunikasi UNESA tersebut turut membagikan pengalaman selama berkuliah di Universitas Brawijaya. Hal ini diungkap oleh Arfina, salah satu mahasiswa PMM yang menceritakan kesan menariknya selama mengemban ilmu di Universitas Brawijaya.
“Berada dalam lingkup yang sama bersama mahasiswa dari berbagai universitas cukup membuka insight baru, dan cukup terasa perbedaan kualitas dan sistem belajarnya,” ucap Arfina.
Selain itu Reza juga turut menambahkan pengalamannya selama PMM di Universitas Brawijaya. Menurutnya bertemu dengan teman-teman baru yang berbeda latar belakang universitas menjadi salah satu alasan untuknya menjalani program PMM.
"Mengikuti program ini rasanya menyenangkan, dan dari segi karakteristik mahasiswanya ternyata kurang lebih sama meskipun berasal dari universitas berbeda," ungkap Reza.
Tak hanya sekadar memberikan lingkungan pertemanan yang baru, Universitas Brawijaya juga menawarkan berbagai project mata kuliah yang menjadi tantangan bagi mahasiswa PMM. Hal ini disampaikan oleh Diva, salah satu peserta PMM Universitas Brawijaya yang mengaku bahwa beberapa penugasan mata kuliah sangat relevan dengan apa yang pernah diterimanya ketika menempuh perkuliahan di UNESA.
“PMM di Universitas Brawijaya cukup menyenangkan, tugas yang diberikan di semester 5 ini banyak project seperti yang pernah kami kerjakan di UNESA, jadinya kami sudah terbiasa mengerjakan dan dapat survive dengan baik.”
Reporter: Ike, PMM UB 2024
Editor: astr, 2024
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA