Belajar Banyak Budaya Baru, Ini Cerita Dimas Mega Selama Mengikuti UGMA 2024 di Korea Selatan

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA–Dimas Mega Nanda, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UNESA menjadi salah satu dari sepuluh mahasiswa yang berkesempatan untuk menjalani program pertukaran mahasiswa ke Korea Selatan. Mahasiswa yang kerap disapa Dimas itu menjalani program pertukaran mahasiswa di Saekyung College melalui program Unesa Global Mobility Awards (UGMA) 2024 Batch 1. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan lamanya dan akan difokuskan pada pengenalan bahasa dan budaya Korea Selatan.
Dimas menceritakan pengalamannya selama belajar di Negeri Gingseng tersebut. Selain mempelajari bahasa dan budaya, ia mendapat kesempatan untuk mengikuti Department Class yang disediakan oleh Saekyung College.
“Untuk anak-anak yang mengikuti pertukaran pelajar, pihak kampus memberikan department experiences dari Nursing Department, Information Technology Department, Police and Security Department, dan Hotel Department,” jelasnya.
Selama di Korea Selatan, Dimas mengaku cukup terkejut dengan budaya yang ada di sana, yakni Ppali-Ppali atau budaya cepat-cepat. “Hal ini aku lihat pas di stasiun Subway. Orang-orang selalu jalan cepat bahkan ada yang lari biar tidak ketinggalan kereta,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga menambahkan hal menarik di Korea Selatan, khususnya daerah tempat tinggalnya di Yeongwol yang membuatnya kagum. “Di Yeongwol disediakan akses internet gratis buat satu kota. Meskipun bukan kota besar, tapi mereka bisa menyediakan internet/Wi-Fi gratis untuk penduduknya dan bisa dijangkau di seluruh kota,” ujarnya.

Dimas menyampaikan bahwa program UGMA yang disediakan oleh UNESA sangat mendukung mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk meningkatkan pemahaman dan menjalin relasi lintas budaya. Menurutnya, persiapan yang ia lakukan tidak banyak sebab UNESA membantu persiapan dan pendampingan untuk para awardee.
“Sebelum berangkat, kami para awardee sangat dibantu dalam pengurusan visa dan dokumen apa saja yang perlu disiapkan. Visa dan tiket pesawat pulang-pergi juga dibiayai penuh oleh UNESA. Kami cukup menyiapkan uang saku/kebutuhan selama sebulan di Korea Selatan.” ucapnya.
Melalui pengalaman ini, Dimas turut berpesan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA yang lain agar mau mencoba program pertukaran mahasiswa di tingkat internasional.
“Jangan bosan-bosan buat cari informasi soal pertukaran pelajar. Karena menurutku, program pertukaran mahasiswa internasional bisa memberi kita pengalaman yang sangat berharga. Kita dapat pengalaman sekaligus belajar tentang perbedaan budaya yang ada dari negara asal kita dan negara orang lain,” ujarnya [erz & astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA