Belajar Mengelola Konten YouTube, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Kolaborasi dengan Harian Disway Surabaya

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Melihat peluang menarik pada media sosial YouTube. Delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022 ditugaskan untuk merevitalisasi konten YouTube di Harian Disway Surabaya melalui program Studi Independen.
Harian Disway merupakan salah satu media massa berbasis digital yang didirikan oleh Dahlan Iskan pada 2020. Media ini bergerak pada bidang jurnalisme serta produksi konten-konten menarik terkait perkembangan isu terkini.
Hal inilah yang membuat Avika Maulidia Putri, Fauzyaur Rahma Trisnani, Anna Alfiyatul Malikah, Alifia Subrata, Elfrida Kumala Widyadhana, Risky Budi Putra Mahardika, Rahmat Aditya Putra, dan Achmad Syaifuddin memilih Harian Disway sebagai mitra karena sesuai dengan konsentrasi yang mereka ambil, yaitu Manajemen Media Massa.
Pada era digital saat ini, media sosial termasuk YouTube menjadi sarana paling menjanjikan bagi media massa untuk menyalurkan ide, aspirasi, serta kreativitas. Hal tersebut juga telah diimplementasikan oleh Harian Disway Surabaya.
Namun, produksi beberapa segmen konten YouTube Harian Disway sempat terhenti selama hampir setahun karena beberapa hal. Oleh karena itu, delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi ini berinisiasi untuk menyediakan konten pada YouTube Harian Disway sebagai mitra dalam program Studi Independen.
Dalam program Studi Independen kali ini, mereka bertugas untuk mengelola beberapa segmen konten di YouTube Harian Disway, seperti segmen Ini Surabaya, Insider, serta Kultur yang berkonsep video panjang, yaitu podcast dan semi dokumenter. Mereka mengelola konten mulai dari brainstorming ide, riset, produksi, hingga pasca-produksi yang tentunya berada dalam pengawasan pihak Harian Disway.
Selama hampir empat bulan terakhir, terdapat tujuh konten yang telah tayang di YouTube Harian Disway. Beberapa di antaranya ada pada segmen Ini Surabaya yaitu 'Suara dari Proyek Perbaikan Jalan' yang membahas tentang masalah eksternal yang timbul pada saat proses perbaikan jalan di Kota Surabaya berlangsung. Selanjutnya, pada segmen Insider yang berjudul 'Gen Z vs Dunia Kerja' membahas mengenai fenomena kinerja Gen Z pada dunia kerja.
Mereka menyebutkan bahwa setiap hal yang mereka pelajari selama program Studi Independen ini cukup relevan dengan konsentrasi yang telah mereka tempuh di Prodi Ilmu Komunikasi, yaitu Manajemen Media Massa. Mereka telah banyak belajar mengenai bagaimana cara sebuah media digital beroperasi untuk memproduksi berita terkini, konten menarik, serta program edukasi.
“Banyak yang telah kami pelajari di sini, mulai dari pengolahan ide, pengalaman terjun langsung ke lapangan untuk mencari narasumber dan pengambilan gambar, serta masih banyak lagi,” ujar Fauzya.
Di samping banyak pengalaman yang telah mereka dapatkan, tentu mereka tak luput juga dari berbagai tantangan maupun hambatan yang mereka rasakan selama menjalani program Studi Independen di Harian Disway.
Avika mengaku bahwa selama ini mereka sedikit kesulitan ketika hendak mengajukan ide konten karena pihak Harian Disway memiliki prosedur yang cukup ketat untuk setiap konten yang akan diproduksi.
“Kita juga ada sedikit kesulitan pada hal teknis untuk alat-alat produksi, karena dari pihak Harian Disway masih belum bisa menyediakan alat produksi,” lanjut Fudin.
Namun di tengah kendala dan hambatan yang mereka rasakan, mereka masih dapat mengambil banyak hal positif yang menjadi pelajaran berharga di dunia media massa digital selama menjalani program Studi Independen kali ini.
***
Reporter : Zyzy dkk, SIM Harian Disway