Belajar Serunya Menjadi Social Media Specialist melalui Kegiatan Studi Independen Bersertifikat di Solutif

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Media sosial bertransformasi menjadi salah satu kebutuhan dasar yang penting untuk dikelola dalam menunjang kehidupan pribadi, profesional, atau bisnis dalam era digitalisasi seperti saat ini.
Namun dalam praktiknya, mengelola media sosial bukan hal mudah karena dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu agar konten yang dihasilkan menarik, relevan, mendorong engagement dan exposure, serta mencapai tujuan komunikasi dan pemasaran secara optimal.
Hal tersebut mendorong Widiatanti, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022, untuk mempelajari lebih dalam seputar profesi Social Media Specialist melalui kegiatan Studi Independen Bersertifikat (SIB) di PT Solusi Tiga Selaras (Solutif).
Sebagai mitra program Kampus Merdeka MSIB batch 1 hingga batch 7 saat ini, Solutif telah mencetak banyak talenta muda yang kompeten di bidang media sosial, mulai dari penyusunan strategi konten, manajemen kampanye digital, hingga analisis kinerja media sosial untuk mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang.
Program ini dimulai sejak 6 September 2024 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Selama 4 bulan menjalani program ini, banyak sekali manfaat yang diperoleh Widiatanti, terlebih dalam pengembangan keterampilan praktis mengenai pembuatan editorial plan, memahami SEO dan kata kuncinya melalui analytic tools, menentukan KPI (key performance indicators) dan tujuan kampanye, praktik pembuatan konten, hingga analisis performa konten.
Kegiatan pembelajaran dirancang menggunakan 2 metode pembelajaran, yakni pembelajaran individu dan project akhir dalam bentuk tim. Selain itu, Solutif mewajibkan Widiatanti untuk menyelesaikan komponen pembelajaran yang diinstruksikan, di antaranya yaitu weekly assignment, quiz, mentoring, dan final project. Adapun semua materi pembelajaran dapat diakses melalui laman https://academy.oneindonesia.id/.
Melalui program ini, Widiatanti juga mendapatkan kesempatan mengenal peserta lain dari berbagai universitas ternama di Indonesia untuk berkolaborasi dalam penyusunan tugas akhir. Tugas akhir ini sekaligus menjadi penilaian bagi mentor untuk mengukur pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh peserta selama program ini berlangsung.
Kami bekerja sama dalam merancang program kampanye, memproduksi konten, mengelola hingga melakukan evaluasi kinerja konten. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kemampuan kolaborasi dan komunikasi antar anggota tim, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan di dunia profesional.
Dalam prosesnya, tentu ada kendala yang Widiatanti dan rekan kerjanya alami, salah satunya adalah sulitnya koordinasi antar anggota tim karena terpaut jarak yang jauh. Hal tersebut menuntut mereka untuk menjaga komunikasi secara terbuka untuk memastikan agar tujuan yang ditetapkan sebelumnya mampu tercapai tanpa adanya kesalahan persepsi ataupun miskomunikasi.
Menurut Widiatanti, salah satu hal yang paling berkesan dalam pelaksanaan Studi Independen ini adalah terkait bagaimana membangun kolaborasi yang solid, komunikasi efektif, serta semangat belajar yang tinggi sehingga mampu menyelesaikan tugas akhir dengan baik, padahal di sisi lain Widiatanti harus bertarung dengan perbedaan jarak di antara mereka.
Pengalaman belajar melalui program Studi Independen Bersertifikasi (SIB) ini mengajarkan Widiatanti bahwa mengelola media sosial tidak hanya tentang membuat konten menarik, tetapi juga merancang strategi yang terukur, menganalisis data performa, dan membangun koneksi yang kuat dengan audiens untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif.
*** Reporter: Widiatanti, SIB Solutif 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA