Melalui Program Eco Warrior, Tim Studi Independen YBBL Surabaya Ajak Masyarakat Tingkatkan Awareness Terhadap Sampah

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Sebagai mahasiswa Communication Development, Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, kami selalu dituntut untuk dapat memiliki kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu global maupun lokal yang sedang ramai saat ini. Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu alasan Riska Amaliya Fitri, Yusron Amar Ma’rufah, Ajeng Nurafifah, Nahdlah Ummul Khair, Rizki Febri Amelia, Ulul Albab Annury, dan Fitria Yuliana sebagai tim akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi dengan Yayasan Bhina Bakti Lingkungan (YBBL) Surabaya dalam menjalankan program Studi Independen (SI) kami. Keputusan ini berangkat dari realitas yang memprihatinkan, di mana sampah menjadi suatu permasalahan global yang cukup serius.
YBBL Surabaya merupakan sebuah lembaga sosial yang memiliki fokus pada program santunan, edukasi, hingga pelatihan kewirausahaan di bidang pelestarian lingkungan. Dalam melaksanakan program Studi Independen di bawah naungan YBBL Surabaya, tim kami secara rutin mengikuti kegiatan Akademi Relawan Hijau yang dirancang oleh YBBL Surabaya dengan harapan dapat menciptakan tenaga pendamping muda sebagai bentuk usaha pelestarian lingkungan.

Selama mengikuti program Akademi Relawan Hijau tersebut, pihak YBBL selalu memberikan berbagai realitas terkait sejauh mana permasalahan sampah yang sedang dihadapi saat ini. Melalui berbagai fakta terkait permasalahan sampah tersebut, tim kami akhirnya memutuskan untuk merancang program 'Eco Warrior' dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap eksistensi sampah di sekitar mereka.
Dalam melaksanakan program ini, kami aktif melakukan edukasi kepada beberapa sekolah di Kota Surabaya, seperti SMAN 19 Surabaya, SMAN 04 Surabaya, dan juga SMPIT At-Taqwa Surabaya. Adapun edukasi yang kami berikan cenderung membahas bagaimana penanganan sampah yang baik serta gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Selain memberikan edukasi terkait sampah, kami juga mengajak audiens untuk secara langsung belajar bagaimana pengelolaan sampah organik yang baik melalui praktik pembuatan eco enzyme yang kami berikan. Dalam usaha meningkatkan awareness masyarakat, khususnya pelajar terhadap sampah, tentu saja kami menemukan sedikit tantangan yang harus dihadapi.
“Dalam menyadarkan masyarakat, khususnya pelajar, terkait betapa besarnya dampak sampah pada lingkungan tentu tidak semudah yang dibayangkan, banyak sekali dari mereka yang selama ini tidak menyadari bahwa pola hidup mereka justru memberikan efek yang buruk terhadap lingkungan,” ucap Nahdlah, Ketua Pelaksana 'Eco Warrior' ini.

Setelah berhasil melaksanakan kegiatan edukasi ke tiga sekolah di Kota Surabaya, selanjutnya kami juga merancang kegiatan 'Eco Warrior Goes to Campus'. Kegiatan ini merupakan program donasi sampah yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampus UNESA Lidah Wetan dan Kampus UNESA Ketintang pada 10-12 Desember 2024.
Hasil donasi sampah yang diperoleh akan ditukarkan kepada Bank Sampah Induk Surabaya, yang nantinya hasil donasi tersebut akan disalurkan kepada anak-anak dari para pahlawan lingkungan seperti pemulung dan juga para pekerja di bank sampah dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat menjadi motivasi serta mengispirasi para anak muda di luar sana untuk turut serta menjadi agen perubahan lingungan. Kami selalu percaya bahwa setiap langkah kecil dapat menciptakan perubahan yang besar untuk lingkungan kita.
***
Reporter: Fitria dkk, SIM Yayasan Bina Bakti Lingkungan 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA