Meningkatkan Branding Hotel Tunjungan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Bagikan Pengalamannya Ikuti Program Studi Independen

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022 menunjukkan kontribusinya melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam rangka memenuhi syarat program Studi Independen (SI), kelompok mahasiswa yaitu Tim Crewnity memilih Hotel Tunjungan Surabaya, sebagai lokasi implementasi pembelajaran.
Adapun anggota Tim Crewnity terdiri dari Shofwan Dana Winarta, sebagai Project Manager dan Videografer, Zela Nur Alfira sebagai Content Planner, Makhrus Tri Kresna sebagai Video Editor dan Content Planner, Pandu Aswadana sebagai Editor Gambar dan Graphic Designer, Ficko Aryaduta Prasetya sebagai Fotografer, Sindy Riska Fadillah sebagai Humas, Farrel Yusuf Ilham sebagai Copywriter, dan Rohmatun Nazila sebagai Runner dan Video Editor.
Ketua kelompok, Shofwan Dana Winarta, menjelaskan alasan pemilihan Hotel Tunjungan sebagai mitra program Studi Independen. Menurutnya, hotel ini memiliki tantangan besar dalam pengelolaan media sosial, terutama Instagram. “Kami menemukan sejumlah permasalahan, seperti minimnya jumlah penonton, suka, komentar, serta penggunaan caption yang belum optimal. Hal ini memengaruhi daya tarik audiens di media sosial,” ujarnya.
Tim Crewnity memfokuskan upaya mereka pada branding dan digital marketing untuk meningkatkan interaksi dan hubungan antara hotel dengan audiens. Salah satu permasalahan utama adalah kurang terlihatnya identitas visual, seperti warna dan logo perusahaan, yang seharusnya mencerminkan keunikan Hotel Tunjungan. Untuk mengatasi hal ini, tim mulai menciptakan template seperti pewarnaan logo dengan penempatan konsisten pada setiap konten yang diunggah.
Selain itu, kurangnya konsep dalam penyusunan konten menjadi tantangan tersendiri. “Banyak konten video pengambil footage kurang terstruktur atau kurang stabil dan diunggah tanpa memperhatikan kualitas maupun konsep, sehingga feed Instagram terlihat acak dan tidak konsisten,” tambahnya. Guna mengatasi hal ini, tim menyusun strategi konten yang lebih terstruktur, meliputi video sinematik ruang kamar, lobi, dan ruang pertemuan, serta pengambilan foto soft selling untuk mempromosikan hotel.
Tim juga menghadapi berbagai permintaan dari pihak hotel, seperti pembuatan desain flyer, peringatan hari besar, hingga promo makanan. Namun, tantangan lain muncul dalam proses adaptasi dengan pegawai hotel, terutama dalam memperoleh izin unggah konten dan revisi materi. Beberapa saran yang diberikan sering kali tidak tersampaikan dengan baik, menimbulkan hambatan dalam proses produksi konten.
“Sulitnya beradaptasi dengan pihak internal karena terdapat beberapa perbedaan pendapat. Namun, dukungan dari General Manager membantu kami tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab kami,” ungkap Shofwan.
Melalui program Studi Independen ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA mendapatkan wawasan mendalam mengenai praktik kerja di dunia nyata, khususnya dalam aspek branding dan digital marketing. Program ini juga memperlihatkan korelasi antara teori yang dipelajari di perkuliahan, sekaligus merupakan wujud penerapan dari konsentrasi Marketing Communication, dengan implementasinya di lapangan.
Dengan bekal yang telah dilakukan, mereka berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam karir masa depan, khususnya di bidang komunikasi dan pemasaran digital. Program Studi Independen ini bukan hanya memberikan kesempatan untuk belajar, tetapi juga menjembatani dunia akademik dan dunia kerja dengan cara yang nyata.
***
Reporter: Sindy dkk, SIM Hotel Tunjungan 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA