Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Digital Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA melalui Studi Independen di Womba Clinic

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Prodi S1 Ilmu Komunikasi UNESA memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan Studi Independen (SI) pada semester 5. Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan mitra, salah satunya adalah Womba Clinic, sebuah klinik ibu dan anak yang baru saja membuka layanan pada 26 Juli 2024.
Kegiatan Studi Independen ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam dunia kerja dengan terjun langsung dalam proyek nyata, di mana pengalaman belajar di luar kampus ini akan dikonversi menjadi nilai untuk memenuhi 20 SKS.
Womba Clinic, yang dikelola oleh dr. Theresia Meliantha, N., selaku Direktur Utama, menghadapi tantangan dalam mengelola media sosial untuk mempromosikan klinik dan memberikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA diberikan kesempatan untuk membantu dalam pengelolaan akun media sosial klinik, termasuk Instagram dan TikTok. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu komunikasi yang telah dipelajari, khususnya dalam bidang digital marketing dan media sosial.
Anggota kelompok yang terdiri dari tujuh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA, yaitu Sabrina Pinkky Utari, Arini Rahmatul Hidayah, Laurensius Oktan Vito Kurniawan, Nawang Audra Sindia Tally, Dwi Syielva Ramadhani, Franciscus Valentino Dwiyanto, dan Gilang Ari Wibowo, antusias dalam menjalankan kegiatan ini. Sebelum terjun langsung, mereka mendapatkan pelatihan dari mentor-mentor berpengalaman yang sebelumnya mengelola media sosial Womba Clinic.
Para mentor yang terdiri dari Kanaka Bhaswara Prabhata, Edwin Natanael, Ari, dan Kevin Kristobratha Millu memberikan materi tentang branding, visual branding, digital marketing, pengelolaan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, serta materi terkait produksi konten.
Pelatihan ini sangat berguna bagi mereka karena memberikan pengetahuan dasar yang solid dalam mengelola akun media sosial dengan efektif. Setelah pelatihan, mereka mulai merencanakan dan membuat konten untuk Instagram dan TikTok. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain menyusun content plan, mencari referensi konten yang relevan, membuat materi konten, menulis caption, serta mengedit dan membuat desain untuk postingan feed dan story Instagram.
Kami juga membuat dan mengedit video untuk TikTok serta memposting konten secara berkala. Proses ini memberikan pengalaman langsung dalam mengelola media sosial dengan tujuan meningkatkan engagement serta memperkenalkan Womba Clinic kepada lebih banyak audiens.
Hasil dari kegiatan ini cukup memuaskan. Engagement akun Instagram dan TikTok Womba Clinic mengalami peningkatan yang signifikan, yang membuktikan bahwa strategi yang mereka terapkan berhasil. Selain itu, mereka juga memperoleh banyak pelajaran berharga, seperti pentingnya perencanaan konten, kreativitas dalam desain visual, dan keterampilan dalam membuat video yang menarik untuk platform media sosial.
Kegiatan Studi Independen ini tidak hanya memberikan mereka pengalaman praktis di dunia kerja, tetapi juga memperkaya keterampilan komunikasi digital yang sangat dibutuhkan di era sekarang. Melalui kegiatan ini, mereka dapat belajar untuk lebih kreatif, efektif, dan efisien dalam mengelola konten media sosial.
Selain itu, mereka juga semakin memahami bagaimana strategi komunikasi yang tepat dapat mempengaruhi brand image dan memperluas jangkauan audiens. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja setelah lulus nanti.
***
Reporter: Sabrina dkk, SIM Womba Clinic 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA