Menulis Lebih Mudah dan Efektif: 5 Tools AI yang Wajib Dicoba
ikom.fisipol.unesa.ac.id. - Menulis seringkali menjadi tantangan, terutama ketika kehabisan ide, ragu dengan tata bahasa yang digunakan, atau merasa stuck di tengah proses menulis. Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan deadline, tidak jarang orang merasa kesulitan untuk menyusun tulisan yang rapi dan meyakinkan dalam waktu yang singkat, baik bagi penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Untungnya, tools berbasis kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai solusi di tengah kemajuan teknologi. Menurut penelitian Rahmawati et al. (2025), AI terbukti efektif membantu penulis dalam memperbaiki ejaan, menyusun kerangka awal, mengatasi writer’s block, hingga mengelola referensi. AI juga mampu memberikan umpan balik instan terkait tata bahasa dan kosakata, serta struktur kalimat, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas tulisan.
Lantas, apa saja tools AI yang bisa kamu manfaatkan untuk menunjang proses menulismu? Berikut lima di antaranya yang wajib dicoba!
1. Chat GPT (Open AI)
ChatGPT atau Generative Pre-trained Transformer, adalah salah satu kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh OpenAI dan dirancang untuk memahami serta menghasilkan teks dalam format percakapan. Kamu hanya perlu memberikan instruksi atau topik, dan ChatGPT akan membantu menyusun paragraf, artikel, bahkan ide tulisan yang kamu butuhkan.
Selain membantu menghasilkan tulisan, ChatGPT juga bisa memberi masukan untuk memperbaiki struktur kalimat, memperjelas ide, atau membuat tulisan terasa lebih rapi dan profesional. Misalnya, jika merasa kalimatmu terlalu panjang atau bertele-tele, ChatGPT dapat menyarankan versi yang lebih ringkas dan jelas agar tulisanmu lebih nyaman dibaca tanpa menghilangkan maksud yang disampaikan.
Sebelum menggunakan ChatGPT, penting untuk menentukan topik dan tujuan tulisan, misalnya menulis artikel informatif, esai akademik, atau membuat caption menarik di media sosial. Dengan memberi instruksi yang jelas dan spesifik, ChatGPT dapat lebih mudah memahami konteks dan memberikan hasil yang sesuai.
Dalam praktiknya, banyak penulis konten dan mahasiswa yang mengaku bisa menulis lebih produktif hingga 50% setelah memanfaatkan ChatGPT. Bahkan ada yang menyatakan dapat menyelesaikan beberapa artikel dalam waktu yang jauh lebih singkat dari biasanya (AICI, 2024).
2. Grammarly
Grammarly adalah salah satu tools AI yang memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP) untuk mendeteksi kesalahan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan pemilihan kata. Grammarly juga dapat menyesuaikan koreksi sesuai gaya bahasa yang diinginkan, seperti formal, netral, atau santai, sehingga cocok digunakan oleh berbagai kalangan.
Salah satu keunggulan utama Grammarly adalah mampu memberikan saran perbaikan secara real-time. Misalnya, saat kamu menulis paragraf yang terlalu panjang atau membingungkan, Grammarly akan menyarankan penyusunan ulang agar lebih ringkas dan jelas. Setiap koreksi juga disertai penjelasan singkat, sehingga membantu pengguna memahami dan belajar dari kesalahan.
Penelitian oleh Utami, Haerika, dan Faradillah (2023) menunjukkan bahwa Grammarly efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan memberikan saran yang spesifik dan mendetail untuk memperbaiki aspek-aspek teknis dalam tulisan mereka.
Selain itu, Grammarly juga menawarkan fitur pengecekan plagiarisme yang berguna bagi pelajar, peneliti, dan penulis konten untuk memastikan orisinalitas tulisan mereka. Dengan begitu, kamu tidak hanya menulis dengan benar secara teknis, tetapi juga menjaga integritas akademik dan profesionalitas.
Untuk menggunakan Grammarly, kamu cukup mendaftar di situs grammarly.com dengan email, nama, dan password. Setelah verifikasi email dan memilih tujuan penggunaan, kamu bisa langsung menyalin atau mengunggah tulisan ke platform Grammarly.
3. QuillBot
QuillBot adalah alat bantu menulis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempermudah proses parafrase, koreksi tata bahasa, dan peringkasan teks. Dengan tampilan yang sederhana, kamu dapat menyalin dan menempelkan tulisan untuk mendapatkan versi yang lebih rapi, ringkas, atau disusun ulang dengan struktur kalimat yang lebih baik.
QuillBot dapat digunakan dengan mudah melalui situs www.quillbot.com. Setelah membuka website-nya, kamu dapat memilih fitur sesuai kebutuhan yang telah tersedia. Dengan berbagai metode penulisan seperti Standard, Fluency, dan Formal, kamu bisa menyesuaikan gaya bahasa sesuai kebutuhan, baik untuk tugas akademik, dokumen bisnis, maupun tulisan kreatif.
Fitur unggulan QuillBot terletak pada kemampuan parafrasenya. Tidak hanya mengganti kata dengan sinonim, sistem AI-nya juga mampu memahami konteks kalimat secara menyeluruh sehingga membantu menghindari plagiarisme sekaligus memperkaya variasi penulisan tanpa kehilangan makna asli.
QuillBot juga dilengkapi dengan fitur Grammar Checker dan Summarizer untuk menyempurnakan tulisan secara menyeluruh, dari struktur kalimat hingga intisari gagasan utama. Hal ini selaras dengan penelitian oleh Zulfikar (2023) yang menunjukkan bahwa penggunaan QuillBot dapat meningkatkan kualitas tulisan dari sisi koherensi, tata bahasa, dan struktur.
4. Notion AI
Notion AI adalah fitur kecerdasan buatan di platform Notion yang dirancang untuk membantu penulisan, merangkum dokumen panjang, menyusun ide, dan mengelola pekerjaan harian secara lebih efisien. Berbeda dari Grammarly yang fokus pada tata bahasa atau QuillBot yang berfungsi sebagai alat parafrase, Notion AI menyatukan beragam fungsi produktivitas dalam satu tempat.
Cara menggunakannya juga cukup mudah. Setelah membuka workspace Notion, kamu bisa mengetik perintah seperti “/ai” atau memilih opsi “Ask AI” untuk menuliskan prompt, misalnya “buatkan ringkasan” atau “berikan ide judul artikel.” Notion AI dapat secara otomatis memberikan hasil sesuai permintaan, baik dalam bentuk poin, paragraf, atau tabel.
Tidak hanya itu, Notion AI juga memiliki fitur-fitur lain, seperti dapat menganalisis catatan rapat menjadi action items, menerjemahkan teks, mengubah nada tulisan, hingga membuat draft tulisan dari nol. Semua itu bisa dilakukan langsung dalam dokumen Notion tanpa berpindah aplikasi, sehingga menjadikan Notion AI sangat cocok untuk kolaborasi tim, penulis, dan profesional kreatif.
5. Copy.ai
Copy.ai adalah platform kecerdasan buatan yang membantu proses penulisan secara cepat dan efisien. Kamu dapat memanfaatkan tools ini untuk membuat berbagai jenis konten, mulai dari deskripsi produk, caption media sosial, hingga email marketing. Cukup dengan memasukkan kata kunci atau deskripsi singkat, Copy.ai akan otomatis menghasilkan beberapa versi teks yang siap digunakan.
Berbeda dengan tools lain, seperti Grammarly, yang fokus pada koreksi tata bahasa, Copy.ai berperan sebagai “penulis otomatis” yang dapat membantu brainstorming dan menyusun kalimat dari awal. Hal ini menjadikan Copy.ai sangat bermanfaat bagi pelaku usaha, marketer, penulis konten, atau siapa pun yang butuh inspirasi cepat untuk menulis.
Penggunaannya juga cukup sederhana. Setelah membuat akun di situs Copy.ai, kamu hanya perlu memilih jenis konten, memasukkan topik atau kata kunci, lalu klik “Generate”. Dalam hitungan detik, beberapa pilihan konten akan muncul dan dapat diedit sesuai kebutuhan. Kamu dapat meninjau setiap hasil dan memilih mana yang paling sesuai, atau menggabungkan beberapa ide menjadi versi final.
Selain menghasilkan tulisan, Copy.ai juga memiliki fitur tone customization yang memungkinkan pengguna menyesuaikan gaya bahasa konten, mulai dari formal, persuasif, ramah, hingga jenaka. Hal ini membantu menjaga konsistensi merek dan menyampaikan pesan secara tepat kepada audiens target. Dengan dukungan lebih dari 25 bahasa, kamu bisa menjangkau audiens global dengan mudah.
Meskipun tools AI sangat membantu dalam penulisan, kamu tetap perlu waspada terhadap potensi kesalahan informasi. AI bekerja berdasarkan data sebelumnya, sehingga bisa saja menghasilkan konten yang tidak relevan atau kurang akurat. Tanpa verifikasi, hal ini bisa menyesatkan. Selain itu, AI belum sepenuhnya memahami konteks emosional atau budaya, sehingga hasil tulisan sering kali terasa kurang personal.
Tantangan lain berkaitan dengan etika dan orisinalitas. Ketergantungan penuh pada AI bisa menimbulkan risiko plagiarisme, apalagi jika hasilnya disalin tanpa diedit. Tulisan dari AI juga bisa terasa monoton atau kurang segar. Oleh karena itu, penting menjadikan AI sebagai pendamping, bukan pengganti. Sentuhan manusia tetap dibutuhkan agar tulisan terasa hidup dan bermakna.
Referensi:
- Rahmawati, Suhardi, M., Kurniati, B., Hidayatullah, E., Hapiz, Q. U., & Anggaraini, A. S. (2025). Tinjauan Kritis terhadap Efektivitas AI (Artificial Intelligence) dalam Pengembangan Keterampilan Menulis Akademik Mahasiswa. Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaraan, 5(2), 461-472.
- KA (2024). Cara Menggunakan ChatGPT untuk Penulisan Cepat dan Tepat. Artificial Intelligence Center Indonesia.
- Utami, I. P., Haerika, & Faradillah, H. (2023). Penggunaan Grammarly Sebagai Alat Bantu Tulis. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat. Universitas Insan Budi Utomo
- Yusnan, M., Suardin, Tarno, Farisatma, Acoci, Rezki, A. (2024). Pelatihan Penggunaan Alat Parafrase Online Quillbot Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Skripsi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 35-43.
- York, A. (2023). Cara Menggunakan Notion AI: Memaksimalkan Efisiensi dengan Notion AI. Click Up.
- Syifah TechThink (2024). Apa itu Copy.ai? Alat AI yang ubah Cara Kita Menulis Konten Digital. TechThink Hub Indonesia.
Penulis: Alya Nasyanur Fauzia, 2025
Cover: Hamima Okamtiyan, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA