MICE: Wadah Praktik Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Siap Hadapi Industri Event
ikom.fisipol.unesa.ac.id
– Salah satu keunikan Prodi Ilmu Komunikasi UNESA adalah menghadirkan mata
kuliah MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang memberi mahasiswa
pengalaman praktis langsung dalam merancang, mengelola, dan mengeksekusi event,
sehingga mereka siap menjadi profesional di dunia event dan industri kreatif.
Keunikan ini terlihat jelas dari inisiatif mahasiswa angkatan 2023, yang tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga aktif mengembangkan portofolio melalui berbagai event di luar mata kuliah MICE. Beberapa kegiatan yang mereka inisiasi antara lain Groove Nation (dance), NEXT 2025 (dance), Tamantris (lomba masak & mewarnai), Lokarya (lomba tari), Kalacakra Festival (lomba tari), Heroshoppers (basket), Natsu no Matsuri (event jejepangan), Kickstart (futsal), SBChampionship (suporter), Heuphoria Kids (fashion show), Lined Fest (lined dance), Unesa Futsal Championship (futsal), Echochic Fair (kecantikan), Inspired Fest (seminar kecantikan), dan MLBB A Rise (lomba ML).
Ketua Prodi S1 Ilmu Komunikasi sekaligus dosen pengampu MICE, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa mata kuliah ini tidak hanya mengajarkan teori penyelenggaraan acara, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa kewirausahaan.
“Mahasiswa tidak sekadar belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menjadi pelaku jasa penyelenggara acara, baik formal maupun non-formal. Mereka dilatih bertanggung jawab atas keberhasilan event dan organisasi. Hal ini sejalan dengan visi UNESA dan program studi yang menekankan semangat wirausaha,” ujar Dr. Anam.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui mata kuliah ini mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pekerja di industri, tetapi juga mampu menciptakan industri baru, khususnya di bidang event organizer.
“Event organizer menjadi bagian penting dari industri kreatif. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti MICE akan menjadi bekal luar biasa ketika mereka terjun langsung ke dunia kerja atau membangun usaha mandiri,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Putri Aisyiyah Rachma Dewi, S.Sos., M.Med.Kom., dosen pengampu MICE lainnya, menekankan bahwa mata kuliah ini berperan vital dalam mendekatkan mahasiswa pada dunia industri yang sesungguhnya.
“Mahasiswa tidak hanya dibekali teori tentang perencanaan atau jenis event, tetapi juga diminta untuk mengimplementasikannya melalui penyelenggaraan acara nyata. Dari situ mereka belajar berkomunikasi, berkolaborasi, mencari sponsor, hingga pitching kepada pihak eksternal,” jelasnya.
Menurut Putri, MICE juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kemampuan berpikir solutif, menentukan skala prioritas, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
“Kami ingin mahasiswa memiliki karakter yang tidak mudah menyerah. Dalam satu semester, event harus terlaksana. Jadi, mereka belajar bagaimana berpikir kreatif dan menemukan solusi baru agar acara tetap berjalan, meskipun menghadapi banyak kendala,” tambahnya.
Dengan kombinasi teori, praktik, dan pembentukan karakter, mata kuliah MICE menjadi salah satu bukti komitmen Ilmu Komunikasi UNESA dalam mencetak lulusan yang inovatif, kreatif, dan siap bersaing di industri event serta industri kreatif nasional.
Reporter: Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium Ilmu
Komunikasi UNESA