Partisipasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA dalam Penanggulangan Kemiskinan di Dinas Sosial Kabupaten Gresik

ikom.fisipol.unesa.id, GRESIK – Dalam upaya meningkatkan efektivitas penyaluran Bantuan Sosial (Bansos), Dinas Sosial Kabupaten Gresik menggandeng mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA untuk berkolaborasi melalui program Studi Independen. Program ini melibatkan kami dalam proses pendataan, sosialisasi, hingga pendistribusian bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kelompok kami terdiri dari 8 mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA, di antaranya Putri Aurelia, Muhammad Fariduddin Attar, Rega Aditya Fantino, Syahril Mohammad Ilham, I Made Justin Kusuma Ananda, Mochammad Alif Dartanala, Muhammad Rifani, dan Farel Al Farizi.
Kami memiliki tujuan utama dalam mengomunikasikan program yang dilakukan pada masyarakat untuk meningkatkan awareness terhadap isu ketidaksediaan data by name by adress yang mengakibatkan kurang tepat sasaran dalam pembagian bantuan sosial.
Oleh karena itu, pengembangan data by name by address yang akurat, terintegrasi, dan terus diperbarui dapat menekan Dinas Sosial Kabupaten Gresik untuk selalu meningkatkan efektivitas program sosial di Kabupaten Gresik. Isu ini sangat penting karena menyangkut keadilan sosial dan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Melalui program pendataan masyarakat yang tergolong fakir miskin sesuai dengan kategori yang ditentukan merupakan salah satu kegiatan utama pada bidang perlindungan dan jaminan sosial, karena kegiatan tersebut mencakup data masyarakat yang berhak dan pantas menerima bantuan.

Kegiatan pendataan ini berlangsung di Desa Kedamean, Kecamatan Menganti, di mana pada kegiatan tersebut, tim kami bersama sejumlah perangkat Desa Kedamean dan didampingi oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Gresik melakukan pendataan secara langsung ke masyarakat yang sebelumnya telah ditentukan oleh perangkat desa tersebut. Adapun pendataan ini meliputi aset kepemilikan, sumber pendapatan, serta status kekeluargaan.
Dalam program ini, mahasiswa memanfaatkan pemahaman dari mata kuliah Patologi Sosial untuk mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang menjadi akar penyebab kebutuhan bansos. Mata kuliah ini mengajarkan tentang pola perilaku menyimpang dan masalah sosial dalam masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, hingga marginalisasi kelompok tertentu. Dengan bekal ilmu ini, mahasiswa mampu menyusun strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang sering kali terabaikan.
Di sisi lain, mata kuliah Excellent Service & Hospitality memberikan bekal keterampilan bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan terbaik selama program berlangsung, seperti komunikasi yang ramah, empati dalam menghadapi masyarakat, hingga penyelesaian konflik saat distribusi bantuan. Selama menjalani Studi Independen ini pula, kami diajarkan untuk menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memperbaiki layanan kepada masyarakat.
“Kami ingin mengintegrasikan semangat muda dan inovasi mahasiswa dengan program-program sosial kami. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan transparansi dan mengurangi ketidaksesuaian sasaran penerima bantuan sosial dalam penyaluran bantuan,” ujarnya.
Hasil yang diharapkan melalui Studi Independen ini, Dinas Sosial Kabupaten Gresik berharap dapat meningkatkan akurasi pendataan, mempercepat proses distribusi, dan memperbaiki hubungan antara pemerintah dengan masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan, mengasah keterampilan komunikasi, analisis sosial, dan pelayanan publik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model bagi program-program serupa di daerah lain, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
***
Reporter: Rifani dkk, SIM Dinas Sosial Kab. Gresik 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA