Pengalaman Terjun Langsung di Stasiun Televisi Nasional melalui Program Studi Independen di Jawa Pos TV

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Sebanyak tujuh orang mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022 turut membagikan pengalaman mereka menjalani program Studi Independen (SI) di Jawa Pos TV selama satu semester. Mereka adalah Putri Artisna Setiani, Aldrino Dimas Putra Yuwana, Dinda Umuhidayah, Katherine Yovita, Sofia Nuzula Fahriza, Kenard Joshua Cornelius, dan Erlangga Putra Hardianto.
Program ini merupakan bentuk implementasi mahasiswa terhadap pembelajaran yang telah dilalui selama semester-semester sebelumnya, agar dapat diterapkan secara praktis dengan menyumbang kontribusi langsung kepada perusahaan.
Dalam hal ini, Jawa Pos TV berperan sebagai salah satu mitra yang mewadahi para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA yang mengambil konsentrasi Manajemen Media Massa untuk mengembangkan kompetensi diri serta pengetahuan bagaimana industri media bekerja.
Jawa Pos TV merupakan salah satu stasiun televisi nasional yang bermarkas di Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya. Jaringan ini telah mengudara sejak tahun 2007 dengan nama SBO TV, hingga pada tahun 2021 diakuisisi, serta hadir dengan logo baru dan semangat baru sebagai Jawa Pos TV.
Program Studi Independen ini dimulai sejak bulan September 2024. Perjalanan mereka mengantongi sejumlah pengalaman baru diawali dengan pertemuan-pertemuan bersama pemimpin redaksi Jawa Pos TV beserta pihak-pihak lainnya untuk membahas kesepakatan terkait rencana dan mekanisme pelaksanaan program ini ke depan. Pada akhirnya mencapai keputusan untuk memproduksi berita feature dalam jangka waktu dari bulan September hingga Oktober.
Feature news pada program ini merupakan sebuah konten berbentuk tayangan video yang menjadi bagian dari program acara Jawa Pos. Program ini bertujuan untuk mengeksplorasi, memperkenalkan, sekaligus mempromosikan suatu hal maupun suatu tempat yang identik dengan Generasi Z.
Beberapa jenis konten feature yang diangkat mencakup rekomendasi tempat nongkrong, rekomendasi tempat wisata, hobi, dan kuliner. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa terlibat sepenuhnya dalam hal pengambilan gambar, penulisan naskah, dan menyunting video. Hasil berita kemudian akan disetor melalui email perusahaan dan akan dikurasi lebih lanjut menjadi berita yang layak tayang di televisi.
Meski selama prosesnya tidak mudah karena harus berhadapan dengan tantangan-tantangan baru, pengalaman ini telah memberikan banyak pembelajaran berharga. Beberapa pembelajaran tersebut di antaranya adalah belajar untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pihak eksternal, meningkatkan kemampuan manajemen waktu yang baik, menjadi rekan kerja yang berkomitmen akan tugas dan kewajibannya, serta mendalami cara memproduksi berita yang layak dan sesuai dengan standar redaksi Jawa Pos TV.
Setelah memproduksi berita feature selama kurang lebih 2 bulan, para mahasiswa sukses menghasilkan lebih dari 10 tayangan feature yang disiarkan di stasiun televisi, Jawa Pos TV. Pengalaman syuting bersama teman-teman tentu menjadi hal yang sangat berkesan. Walaupun terkadang merasa lelah, tetapi menyenangkan. Mengingat hampir semua berita yang digarap berhasil disiarkan, membuktikan kerja keras mereka membuahkan hasil yang memuaskan.
Kemudian, untuk periode bulan November hingga Desember awal, ketujuh mahasiswa mendapatkan amanah untuk mengemban tugas baru. Masing-masing ditempatkan di divisi-divisi yang ada di Jawa Pos TV agar merasakan atmosfer bekerja secara profesional. Pembagian tugas tersebut di antaranya adalah Katherine, Dinda, Putri, dan Sofia sebagai asisten produser, Aldrino dan Kenard sebagai kameramen, dan Erlangga sebagai editor.
Untuk pembagian tugas kali ini, setiap individu mulai sedikit memencar, karena harus menyesuaikan dengan produser masing-masing program, sehingga meskipun mengambil peran yang sama, beban tugas yang diberikan bisa jadi berbeda. Misalnya, sebagai asisten produser ada yang ditugaskan untuk membuat dan mencetak rundown, membuat character generator (CG) berita, maupun membuat running text. Namun, ada juga yang tidak ditugaskan itu semua, melainkan membuat naskah program, mencadangkan file, hingga terlibat dalam setiap proses produksi bersama produser.
Hal-hal seperti itulah yang membuat pengalaman Studi Independen menjadi berharga. Meskipun mereka datang untuk belajar ramai-ramai di tempat yang sama, pengalaman yang didapat bisa saja berbeda. Dalam konteks ini, perbedaan tersebut menyadarkan para mahasiswa betapa pentingnya peranan setiap divisi dalam mewujudkan manajemen industri media yang baik dan sehat di Jawa Pos TV.
Reporter: Katherine dkk, SIM Jawa Pos TV 2024
Editor: astr, 2024
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA