Tak Hanya Pertukaran Budaya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Belajar Soal Iklim di Prince of Songkla University Thailand

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA―Belajar mengenai perubahan iklim hingga sejarah dan kebudayaan baru, 6 mahasiswa terpilih Ilmu Komunikasi UNESA selesai mengikuti program International Summer Course 2024 di Prince of Songkla University (PSU), Thailand. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari, yakni pada 13-17 Agustus 2024.
Robert Tansen, salah satu peserta dari angkatan 2022 mengatakan bahwa Summer Course yang mereka ikuti berfokus pada cultural exchange. Namun, mereka juga membahas salah satu poin SDGs yaitu perubahan iklim.
“Kegiatan Summer Course yang kami ikuti khususnya ada di Faculty of Education. Di sana kami belajar banyak hal mengenai perubahan iklim. Tetapi selain itu kami juga datang ke Faculty of Political Science untuk belajar mengenai politik,” ucapnya.

Kegiatan ini bukan merupakan kali pertama bagi Robert. Sebab, kegiatan ini merupakan program lanjutan dari International Summer Course 2023, di mana Program Studi S1 Ilmu Komunikasi mengemban amanah sebagai tuan rumah. Robert merupakan panitia kegiatan tersebut sehingga tertarik untuk mengikuti Summer Course yang diadakan tahun ini.
Hal yang sama diutarakan oleh Julius Albertus Noven yang juga merupakan mahasiswa angkatan 2022. Noven, sapaan akrabnya, mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan ini karena ia ingin bertemu temannya yang dulu menjadi peserta di International Summer Course 2023.
“Dulu aku jadi panitia kegiatan Summer Course 2023 dan aku jadi punya teman dari Thailand karena asal universitasnya juga dari PSU. Kali ini (aku) mencoba ikut mendaftar Summer Course di Thailand supaya bisa bertemu temanku lagi. Aku juga tertarik untuk mengetahui bagaimana kebudayaan di sana dan apa perbedaannya dengan Indonesia,” ujarnya.
Summer Course tahun ini juga diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, salah satunya yakni Malva Nafisha Dalfatika Masrur atau yang kerap disapa Malva. Malva menceritakan perbedaan apa saja yang ia temui terkait dengan sistem pendidikan di Indonesia dan Thailand.
“Perkuliahan di Thailand tidak hanya tentang teori saja, tetapi juga mengunggulkan praktik. Kegiatan praktik hampir selalu ada setiap hari, berbeda dengan perkuliahan di Indonesia yang lebih banyak teori, kecuali kampus vokasi. Di Thailand, akses pendidikan lebih merata, kota-kota kecil tetap memiliki setidaknya satu universitas, berbeda dengan Indonesia,” jelasnya.

Noven juga menambahkan bahwa secara budaya, Indonesia dan Thailand tidak terlalu memiliki perbedaan yang signifikan. Bahkan menurut Noven, mahasiswa di PSU sangat menyambut mereka dengan baik.
“Teman-teman di PSU semuanya interaktif dan seru. Mereka semua selalu menyambut kami dengan ramah dan baik, bukan hanya di satu prodi atau fakultas, tapi semuanya. Mahasiswa di sana kebanyakan kritis tapi tetap menyenangkan, juga mereka selalu ingin belajar dari orang lain. Jadi kami sama-sama memiliki ketertarikan untuk belajar kebudayaan satu sama lain,” tambahnya.
Meski hanya berlangsung singkat, International Summer Course 2024 dengan tujuan ke Prince of Songkla University ini telah mengajarkan banyak hal kepada Robert, Noven, Malva, dan 3 peserta lainnya. Lebih dari hanya sekadar pertukaran budaya, menurut Robert, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi jenjang pendidikan dan karir di masa mendatang.

“Selain dapat banyak sekali pengalaman, terlebih mengenai kebudayaan dari negara lain, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pendidikan dan karirku ke depannya karena dapat memberi nilai plus di portofolioku nanti. Terutama jika kegiatannya sampai ke tingkat internasional dan aku juga belajar mengenai isu yang menjadi pembahasan internasional, yaitu perubahan iklim,” ucap Robert.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Malva. Baginya, pengalaman yang ia dapatkan ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya. “Saya ingin membagikan pengalaman berharga yang saya dapatkan selama Summer Course di Thailand kepada pelajar atau mahasiswa lain supaya mereka terinspirasi untuk mengikuti program internasional dan belajar di ranah internasional,” tutupnya [erz, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA