Tim Studi Independen Seasoldier Surabaya Gelar Kampanye Mikroplastik, Kontribusi Wujudkan Bumi Sehat

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Tim Studi Independen (SI) kami terdiri dari Pangestu Ararya Daffa Wisesa, Jelita Salsabila Dyah Pitaloka, Vita Achmada dan Lu’lu’ Azizah. Kami merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022 dengan konsentrasi Communication Development yang sepakat untuk bekerja sama dengan Non-Governmental Organization (NGO) Seasoldier Surabaya yang aktif bergerak dalam bidang lingkungan.
Seasoldier berfokus pada isu lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian laut dan pengelolaan ekosistem pesisir. Di Indonesia, Seasoldier memiliki 15 regional aktif (cabang komunitas) di berbagai kota atau kabupaten yang tersebar untuk memperluas jangkauan dan dampak gerakan mereka, salah satunya di Kota Surabaya.
Seasoldier didirikan pada 28 Maret 2015 oleh Nadine Chandrawinata dan Dinni Septianingrum. Seasoldier bergerak melalui edukasi dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat dalam upaya pelestarian laut, mengatasi masalah pencemaran, kerusakan terumbu karang, hingga pengelolaan sampah plastik di wilayah pesisir.
Visi kolaboratif yang diusung yaitu menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sehingga menjadikan Seasoldier aktif dalam berkolaborasi dengan NGO lainnya, institusi pendidikan, korporasi dan lembaga pemerintah untuk meningkatkan dampak kegiatannya. Adanya kekuatan sinergi dan visi tersebut yang membuat kami tertarik untuk belajar dan menggali pengalaman di Seasoldier Surabaya.
Selama melakukan Studi Independen (SI) di Seasoldier Surabaya, kami dilibatkan langsung dalam kegiatan penanaman dan perawatan tanaman Mangrove di Wonorejo, Surabaya. Hutan Mangrove harus tetap dilestarikan sebagai keberlanjutan hidup masyarakat lokal dan stabilitas ekosistem jangka panjang, karena mengingat bahwa wilayah Mangrove di Surabaya yang semakin berkurang akibat ulah manusia.
Melalui studi kasus tersebut, tim kami mengusungkan sebuah project 'Eco Bytes' yang meliputi konten dokumentasi kegiatan maintenance Mangrove dan konten edukasi pada akun Instagram Seasoldier Surabaya. Konten keduanya sejalan dengan misi Seasoldier dalam meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan perairan khususnya Mangrove.
Selain isu Mangrove, Seasoldier Surabaya juga berkolaborasi dengan beberapa NGO dalam bergerak mengambil aksi nyata untuk mengampanyekan mikroplastik. Dari sekian banyaknya biota laut yang terkontaminasi hingga ditemukannya mikroplastik pada tubuh manusia, hal tersebut menjadi fokus pembahasan yang menjadikan tim kami untuk berupaya dalam menginisiasi sebuah program campaign mikroplastik dengan bergerak bersama Seasoldier Surabaya guna meminimalisir penggunaan plastik di lingkungan.

Bersama Seasoldier Surabaya, tim kami mengaktualisasikan 'Workshop Eco Printing' yang menyasar pada anak-anak Sekolah Dasar (SD). 'Workshop Eco Printing' telah sukses dilaksanakan di SD Dapuan Swasta Surabaya pada 16 November 2024. Project ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini akan bahaya penggunaan plastik.
Tas kain sebagai media eco printing turut menjadi media alternatif pengganti kantong plastik. Selain itu, berbagai jenis daun dan bunga juga digunakan sebagai bentuk pengenalan pemanfaatan sumber daya alam yang mampu menjadikan sebuah karya bernilai ekologis dan berjangka panjang.
Tidak berhenti dalam mengampanyekan mikroplastik, Seasoldier Surabaya juga mendukung penuh atas project tim kami yang meliputi kampanye online dan offline. Kampanye online dilakukan dengan mengajak para relawan untuk menyuarakan bahaya mikroplastik dan bagaimana cara menanggulanginya pada postingan akun Instagram pribadi.
Kampanye offline merupakan realisasi dari kampanye online, yaitu berupa aksi nyata 'Beach Clean Up' yang dilakukan pada 14 Desember 2024. Kegiatan dilakukan di Pantai Kenjeran dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Tim pelaksana Studi Independen, pengurus inti Seasoldier Surabaya dan 20 relawan bergerak membersihkan sampah plastik pada pinggiran pantai.
Sampah yang mendominasi pada wilayah pantai merupakan sampah kantong plastik, bungkus makanan dan minuman, serta popok bayi yang telah dibuang sembarangan lalu terbawa oleh arus air. Melalui kontribusi tersebut, kegiatan ini berhasil membawa sebanyak 49,153 kg sampah.
Setelah aksi pengambilan sampah, terdapat sharing session bersama seluruh peserta untuk membahas daruratnya sampah plastik dan bagaimana peran generasi muda dalam mendukung perubahan lingkungan, yakni dengan mengedukasi, memengaruhi serta mengajak seluruh masyarakat mewujudkan zero plastic.
'Workshop Eco Printing' sebagai wujud kampanye online dan aksi nyata 'Beach Clean Up' merupakan kesatuan program Blue Guardians yang berfokus dalam isu mikroplastik.
Sesuai dengan jargon "Seasoldier Berani" yang menjadi salam semangat komunitas, kami banyak belajar dalam hal komunikasi lingkungan, yaitu untuk terus berani mengedukasi dan mengambil aksi dalam berkontribusi mewujudkan masa depan bumi yang sehat.
Reporter: Vita dkk, SIM Seasolider Surabaya 2024
Editor: astr, 2024
*** Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA