Tingkatkan Awareness Desa Wisata Ketapanrame, Begini Keseruan Studi Independen Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA

ikom.fisipol.unesa.ac.id, MOJOKERTO―Perjalanan Studi Independen (SI) kami bermula dari rekomendasi salah satu anggota tim, Hana Lufita, yang mengusulkan Desa Ketapanrame sebagai mitra tujuan untuk pelaksanaan MBKM. Desa Ketapanrame, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik 2023 dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Penghargaan tersebut layak diraih oleh Desa Ketapanrame karena desa ini menawarkan berbagai destinasi dan objek wisata yang menarik serta memukau. Desa ini menghadirkan wisata alam, buatan, budaya, hingga edukasi yang sangat layak untuk dijelajahi. Beberapa wisata unggulan Desa Ketapanrame adalah Wisata Sawah Sumber Gempong, Taman Ghanjaran, dan Air Terjun Dlundung.
Dalam pelaksanaan Studi Independen Mandiri ini terdiri dari 5 mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022, yaitu Yolanda Puspita Hapsari, Hana Lufita Rohmanur R., Intan Firuzia Kusuma, Rani Yuninda Putri, dan Fara Haslinda. Selain itu, turut berpartisipasi 2 mahasiswa di luar Studi Independen Mandiri, yaitu Ardila Anadya Windi K. dan Allisa Qatrunada. Mereka turut berkontribusi dengan tujuan untuk menambah pengalaman dan mengasah keterampilan mereka.
Program Studi Independen ini berfokus pada pengoptimalan media sosial Instagram dan TikTok untuk meningkatkan awareness Desa Wisata Ketapanrame. Hal ini dilakukan karena media sosial desa saat ini belum mampu menampilkan potensi yang dimiliki secara maksimal. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya konten yang menarik dan konsisten, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung masih terbatas.
Sejak dimulai pada bulan September hingga awal Desember 2024, proses pelaksanaan Studi Independen ini dapat dikatakan telah berjalan dengan lancar. Program ini juga memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran baru bagi kami semua. Pada awal kegiatan di lapangan, kami disambut dengan baik dan ramah oleh warga sekitar, terutama oleh Direksi BUMDesa Mutiara Welirang, Bapak Herwanto, S.Pt., serta Kepala Desa Ketapanrame, H. Zainul Arifin, S.E.
Mereka menerima kehadiran kami dengan terbuka untuk melaksanakan studi independen ini dan memberikan arahan terkait pelaksanaannya. Kami kemudian diarahkan kepada pembimbing yang sesuai dengan tujuan program, yaitu Bapak Nanang Darmawan, S.E., yang merupakan pengelola sekaligus penanggung jawab seluruh media sosial yang dimiliki oleh Desa Wisata Ketapanrame
Selama pelaksanaan Studi Independen, kami mendapatkan berbagai pengalaman dan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satunya terjadi pada bulan September 2024 lalu, ketika kami mendapat tugas pertama untuk membuat konten sekaligus mengelola akun Instagram @ngopipadhangbulan.
Ngopi Padhang Bulan merupakan perayaan budaya yang menggabungkan tradisi minum kopi dengan berbagai kegiatan budaya pada saat bulan purnama. Acara ini sangat menarik karena tidak hanya menyediakan 1000 cup kopi gratis, tetapi juga menghadirkan beragam pertunjukan budaya, seperti Pencak Silat Kembangan, Jaranan, Bantengan, Seni Tari, Campursari, dan ditutup dengan menerbangkan lampion bersama.

Setelah acara Ngopi Padhang Bulan usai, kami melanjutkan diskusi bersama pembimbing mitra terkait rencana konten hingga Desember 2024. Dari hasil diskusi tersebut, kami diberi kepercayaan untuk mengelola konten di tiga akun Instagram dan TikTok milik Desa Ketapanrame, yaitu @sobo.ketapanrame, @tamanghanjaran.id, dan @sumbergempong.id.
Selama proses pembuatan konten, kami merasa sangat antusias. Selain belajar, kami juga berkesempatan menjelajahi berbagai potensi dan destinasi menarik di Desa Ketapanrame. Seperti pada saat proses pembuatan konten di Air Terjun Dlundung, di mana kami dapat menikmati kesegaran air terjun serta keindahan alam yang asri.
Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat Taman Kelinci, sebuah wisata edukasi yang seru. Di sana, kami berkesempatan untuk bermain dan memberi makan kelinci-kelinci lucu. Suasana yang sejuk dan segar menjadikan Air Terjun Dlundung dan Taman Kelinci sebagai destinasi favorit bagi para wisatawan.

Selain Air Terjun Dlundung dan Taman Kelinci, Desa Ketapanrame juga memiliki wisata andalan lainnya, yaitu Wisata Sawah Sumber Gempong dan Taman Ghanjaran. Kedua destinasi ini menjadi daya tarik tersendiri karena dapat memberikan pengalaman wisata yang lengkap bagi para pengunjung.
Wisata ini menawarkan keindahan alam yang memukau dengan pemandangan Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Selain menikmati panorama, pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana dan permainan seru yang tersedia. Selain itu terdapat berbagai kuliner dan oleh-oleh khas Desa Ketapanrame yang wajib untuk dicoba.
Selama proses pembuatan konten di kedua lokasi tersebut, kami menemukan banyak momen unik, baik yang kami alami sendiri maupun melalui interaksi dengan para pengunjung. Kami juga diberi kesempatan untuk mencoba berbagai wahana dan fasilitas yang ada sebagai bagian dari kebutuhan konten yang kami buat.
Selama proses pembuatan konten, tentu ada tantangan yang kami jumpai, namun kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Selain membuat konten di berbagai lokasi wisata, kami juga berkesempatan menjelajahi dan merasakan pengalaman seru di berbagai destinasi menarik di Desa Ketapanrame.

Selama proses pembuatan konten, kami juga diberi kesempatan untuk mendokumentasikan berbagai acara menarik lainnya, seperti Live In, Field Trip, dan kunjungan Studi Tiru atau Studi Banding dari desa-desa lain. Acara-acara tersebut tak kalah menarik dibandingkan dengan kegiatan rutin yang kami jalani sebelumnya.
Pada acara-acara tersebut, kami berkesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat baru yang sebelumnya belum kami ketahui, seperti berkunjung ke Kelompok Tani Kopi Bontugu, Wisata Petik Jeruk Nagami, Pengelolaan Sampah dan Budidaya Maggot, dan masih banyak lainnya. Kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran dan wawasan berharga, sambil memberikan kesempatan bagi kami untuk menelusuri lebih dalam potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh Desa Ketapanrame.
Salah satu hal yang menjadi pengalaman seru ketika berkunjung ke Wisata Petik Jeruk Nagami yaitu bisa memetik dan mencoba langsung jeruk nagami yang memiliki cita rasa manis pada kulitnya dan sedikit masam segar pada daging buahnya. Sama halnya dengan berkunjung ke Kelompok Tani Kopi Bontugu, kami juga berkesempatan untuk mengenal dan mencoba berbagai jenis kopi dari hasil petik petani kopi setempat. Rasanya juga unik, karena kopinya memiliki cita rasa segar yang menjadi ciri khas dari kopi tersebut. Selain kopi, ada juga produk turunan kopi lainnya dan teh ashitaba yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh.
Adanya Studi Independen ini tentu sangat bermanfaat bagi kami. Selain belajar dan mengimplementasikan mata kuliah, kami juga memiliki kesempatan mendalami potensi serta kekayaan Desa Ketapanrame. Dalam kegiatan Studi Independen ini, Pak Nanang dan Pak Herwanto sering berbagi cerita menarik tentang sejarah Desa Ketapanrame. Hal ini membuat kami semakin terinspirasi oleh kesuksesan desa yang menjadi panutan bagi banyak desa lainnya.
Potensi yang dimiliki desa ini luar biasa, baik dari destinasi wisata yang menawan maupun masyarakatnya. Terutama, BUMDesa Mutiara Welirang dan Kepala Desa, Zainul Arifin yang berhasil mengelola desa dengan baik. Menurut Zainul Arifin, kunci utama pembangunan adalah kerja sama dan transparansi pengelolaan keuangan, sehingga dapat membangun kepercayaan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan desa yang maju dan sejahtera.
Reporter: Yolanda dkk, SIM Desa Wisata Ketapanrame 2024
Editor: astr, 2024
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA