Tumbuhkan Minat Baca Pelajar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Gandeng Dinas Perpustakaan Jawa Timur lewat Studi Independen

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Sepanjang bulan September hingga Desember 2024, enam mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2022 berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur dalam skema Studi Independen (SI) Mandiri. Kelompok ini beranggotakan Michel Grace Trinada, Taqwima Bella Islami, Kristina Gabrella Pardede, Yislia Yesarella, Kezia Audrey, dan Joy Nathanael.
Program yang berlangsung selama satu semester ini merupakan bentuk konversi dari beberapa mata kuliah semester 5 konsentrasi Communication Development, yaitu Komunikasi Pendidikan dan Education Entertainment. Kedua mata kuliah tersebut menjadi dasar bagi kelompok ini untuk menjadikan Disperpusip Provinsi Jawa Timur sebagai mitra dalam Studi Independen. Tak hanya itu, mereka juga meninjau visi dan misi program Disperpusip yang dinilai relevan dengan mata kuliah yang ditempuh.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu pelaksana kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang Perpustakaan dan Kearsipan dengan tujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam menjalani Studi Independen, mereka tergabung sebagai fasilitator dan tim konten promosi setiap program. Adapun program tersebut di antaranya Bahas Apa Saja (BAHASA), Dongeng Online (DOLEN), Dongeng Anak dan Remaja Keliling (DARLING), Tur Keliling Perpustakaan (TULIP), Bimbingan Literasi (BIMLIT), dan Holiday at Library.
Program Bahas Apa Saja (BAHASA) dilakukan dalam bentuk podcast dan diadakan setiap satu bulan sekali. Program ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam pemilihan topik podcast.
Selanjutnya adalah Dongeng Online (DOLEN), yaitu kegiatan dongeng yang disiarkan melalui live streaming pada akun Instagram Disperpusip Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA untuk belajar melakukan read aloud dari buku anak.
Namun pada beberapa kesempatan, program DOLEN tidak dapat dilaksanakan jika ada permintaan kunjungan dari sekolah. Sebagai gantinya, kegiatan tersebut akan diubah menjadi Dongeng Anak dan Remaja Keliling (DARLING), menggunakan mobil layanan perpustakaan yang akan mengunjungi sekolah-sekolah tersebut.
Program berikutnya adalah Tur Keliling Perpustakaan (TULIP) yang diadakan setiap hari Kamis. Dalam kegiatan ini, Disperpusip Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan sekolah mulai dari PAUD hingga SMA. Untuk peserta PAUD, TK dan SD, materi yang diberikan yakni berupa read aloud dari buku bacaan anak, sementara untuk peserta SMP dan SMA diberikan bimbingan literasi.
Kelompok Studi Independen ini pun juga turut terlibat dalam pemberian materi bimbingan literasi terutama literasi digital yang saat ini meluas di kalangan masyarakat dengan tujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki kemampuan dan pengetahuan menggunakan internet secara efektif dan bijak. Jika sekolah menginginkan Disperpusip untuk mengunjungi sekolah mereka dan memberikan literasi, maka dapat mengikuti program Bimbingan Literasi (BIMLIT).
Menyambut liburan sekolah, Disperpusip Provinsi Jawa Timur menyediakan layanan Holiday at Library untuk mengisi kegiatan libur anak. Target audiens kegiatan ini adalah anak PAUD, TK, dan SD. Anak dapat bermain sambil belajar sehingga kesan mereka terhadap perpustakaan menjadi menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat mendorong minat mereka untuk mengunjungi perpustakaan dan membaca buku. Kelompok Studi Independen pun juga terlibat dalam pemberian materi belajar sambil bermain dengan membuat konsep permainan pos.
Selain bertindak sebagai fasilitator, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA juga berperan sebagai promotor dalam mempromosikan program Disperpusip. Promosi dilakukan melalui berbagai konten yang diunggah di akun Instagram, seperti konten cerita pendek untuk program BAHASA, tren Tiktok dan after movie untuk program TULIP dan DARLING, serta poster untuk program DOLEN.
Selama menjalani Studi Independen, mereka mendapatkan pengalaman berkesan seperti berinteraksi dengan anak-anak, mendongeng, dan memberikan materi. Mereka juga bertemu dengan komunitas disabilitas yang penuh semangat menimba ilmu.
Selain pengalaman berkesan, mereka juga menghadapi beberapa tantangan seperti mendongeng. Awalnya mendongeng dianggap sebagai hal yang mudah, namun mereka menyadari bahwa mendongeng membutuhkan perhatian khusus dan tidak sesederhana yang dibayangkan.
Selain itu, mereka mengaku merasa kewalahan menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda. Menurutnya, dibutuhkan kesabaran dan ketenangan untuk beradaptasi, namun seiring waktu, akhirnya mereka mulai terbiasa dengan hal tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata relevansi mata kuliah Komunikasi Pendidikan dan Education Entertainment. Mereka mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi langsung kepada para pelajar dalam meningkatkan minat baca dan memberikan kesan menyenangkan di perpustakaan. Hal ini sejalan dengan visi misi mereka untuk ikut berkontribusi secara langsung meningkatkan minat baca anak-anak di Provinsi Jawa Timur.
***
Reporter: Yislia dkk, SIM Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim 2024
Editor: astr, 2024
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA