Alya Nasyanur Fauziah Sabet Dua Juara Utama Kompetisi Menulis dan Raih Beasiswa BSI

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2023, Alya Nasyanur Fauziah. Melalui karya menulisnya, ia berhasil meraih Juara 1 dan TOP 1 Pemenang Utama dalam dua lomba menulis bertaraf nasional.
Lomba pertama adalah Kompetisi
Menulis Naskah Berita Kemerdekaan Indonesia 2024 yang diselenggarakan oleh
Radio Terminal UNESA, sementara lomba kedua adalah Lomba Artikel SohIB 2024
yang diadakan oleh Komunitas Sobat Hebat Indonesia Baik (SohIB). Kedua lomba
ini mengangkat tema 'Semangat Kemerdekaan Indonesia dan Kepemimpinan di
Kalangan Generasi Muda'.
Dalam Kompetisi Menulis Naskah Berita Kemerdekaan Indonesia 2024 yang diselenggarakan oleh Radio Terminal UNESA, Alya meriah Juara 1 dengan naskah berjudul 'Gandeng Inklusi, Rajut Kemerdekaan Abadi'.
Naskah berita ini mengangkat sebuah program lomba 17 Agustusan untuk para ODGJ di Liponsos Keputih Surabaya, yang diselenggarakan oleh komunitas Turun Tangan Surabaya (Tutaya). Kegiatan ini mencerminkan hakikat kemerdekaan dengan mendorong inklusi soisal di tengah masyarakat.
“Menulis naskah
berita ini merupakan tantangan tersendiri, terutama dalam mengumpulkan data dan
wawancara. Saya ingin membawa prespektif yang berbeda dengan menyoroti kegiatan
yang dilakukan oleh pemuda di komunitas tersebut,” ujarnya.
Setelah mengikuti technical
meeting pada 28 Juli 2024, ia menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk
riset, mencari topik, hingga melakukan wawancara dengan narasumber antara 16
hingga 19 September 2024. Dalam waktu dua hari, ia menyusun berita dan mengumpulkannya
pada 21 september 2024.
Tidak hanya itu, Alya
juga berhasil meraih Top 1 Pemenang Utama dalam lomba Artikel SohIB 2024 dengan
tema 'Semangat Sumpah Pemuda, Semangat
Jadi Pemimpin'. Lomba yang diselenggarakan oleh Komunitas Sobat Hebat Indonesia
Baik (SohIB) ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum
hingga mahasiswa. Artikel yang diangkat berkaitan dengan “Hidupkan Jiwa
Pemimpin di Kehidupan Sehari-hari” dan mengulas pentingnya literasi serta
diskusi dalam membentuk karakter pemimpin.
Selama proses persiapan, ia menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah kesulitan dalam menyempatkan waktu untuk riset dan wawancara sehingga sering kali membuatnya hilang motivasi untuk melanjutkan tulisan tersebut dan mengolah ide.
“Wawancara online
dengan narasumber memang memakan waktu, apalagi saat harus menunggu tanggapan
selama beberapa hari. Namun, yang penting adalah disiplin dan konsisten untuk menyelesaikan
apa yang sudah kita mulai,” tambahnya.
Usai menerima
pengumuman, ia mengaku merasa sangat senang dan bersyukur atas pencapaiannya.
“Awalnya saya tidak terlalu berharap, tapi saya berusaha memberikan yang terbaik, bisa dibilang let it flow aja. Aku juga berharap kesempatan untuk menjadi pemenang di lomba-lomba ini bisa jadi pembuka jalanku untuk meraih kejuaraan atau membawa prestasi yang lain,” ujarnya.
Alya berpesan bahwa dalam mengikuti kompetisi bukan hanya soal memenangkan perlombaan atau membawa kembali gelar juara, tapi bagaimana proses tersebut bisa melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan informasi dengan jelas, serta memperluas wawasan.
"Penting untuk kita bisa konsisten terhadap apa yang telah dikerjakan dan diusahakan, selain itu jangan pernah berhenti untuk belajar dan jangan takut untuk mencoba hal baru, terutama mengikuti kompetisi, karena di sinilah nanti kita akan menemukan pengalaman berharga dan peluang besar untuk berkembang," pesannya.
Alya tak hanya berhasil meraih prestasi dalam dua kompetisi menulis bertaraf nasional tersebut, tetapi ia juga berhasil terpilih sebagai awardee BSI Scholarship, meskipun sebelumnya ia telah ditolak sebanyak enam kali dalam mencoba berbagai beasiswa lainnya.
Menariknya, Alya merupakan peraih BSI Scholarship pertama di Prodi Ilmu Komunikasi UNESA. Ia mengungkapkan bahwa UNESA baru bergabung dalam program BSI Scholarship sejak batch 2, namun hingga batch 4, ternyata belum ada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNESA yang berhasil meraih beasiswa tersebut.
"Mungkin belum banyak yang tahu, tapi saya harap ini dapat membuka peluang bagi teman-teman Ilmu Komunikasi UNESA," tutupnya [ysm, 2025].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA