Di Balik Layar Magang! Angelica Bagikan Pengalamannya Berproses di Hotel Shangri-La Surabaya

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA―Angelica Widya Sugiarto, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021 bagikan cerita dan pengalamannya selama magang di Hotel Shangri-La Surabaya. Magang ini berlangsung selama 6 bulan mulai dari bulan Febuari hingga bulan Agustus. Pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasannya tentang dunia perhotelan, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi dan softskill lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Angelica telah dipercaya untuk menempati posisi sebagai sales marketing yang berfokus pada penyelenggaraan acara di hotel. Dalam posisi tersebut, ia mendapatkan jobdesk untuk mengelola data di hotel tersebut, “Jadi, jam 9 pagi itu langsung morning briefing apa aja yang dilakukan seharian ini, seperti setiap stafnya, terus pick up ruangannya berhasil terjual berapa, target bulan ini berapa, terus lanjut menarik data mingguan setiap hari, ada sekitar 5 atau 6 data,” jelasnya.
Selama 4 bulan magang berlangsung, Angelica mengaku senang dengan lingkungan kerja di Hotel Shangri-La Surabaya, “Sukanya sih di sana orangnya ramah banget! Tiap ketemu sama orang, siapapun itu, dari divisi apapun emang dibiasakan untuk saling menyapa,” ujarnya.
Hal tersebut diakuinya sesuai dengan mata kuliah excellent service and hospitality yang menjelaskan bagaimana harus berpakaian dengan baik, menerapkan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa), serta mengkomunikasikan sesuatu kepada klien dengan etika yang tepat.
Angelica juga membagikan pengalaman memorable yang ia alami selama magang di Hotel Shangri-La Surabaya, yaitu ketika ia mengikuti program Wedding Open House yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 April 2024. “Di situ aku bisa belajar banyak banget, bisa ketemu klien langsung, ketemu berbagai vendor photobooth, event organizer, gaun, make up, lighting, dekorasi, cake, dan undangan-undangan gitu (sehingga) aku bisa kenal banyak orang dan bisa tau kalau menyelenggarakan event itu seribet apa. Memang capek banget waktu itu, tapi asyik bisa belajar banyak hal," ucap Angelica.
Dari kisah pengalaman magang tersebut, tentu terdapat beberapa kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh Angelica. Ia menjelaskan bagaimana ia harus beradaptasi dengan budaya baru serta lingkungan yang baru baginya yang berlawanan dengan kepribadiannya. “Awalnya kesulitannya karena aku nggak banyak ngomong, introvert, dan susah banget ngobrol ke orang baru. Rasanya kayak deg-degan. Makanya waktu awal magang itu, ketika dapat telpon dan aku mau angkat, rasanya takut salah gitu,” jelasnya [irn, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA