Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat Bagikan Pengalaman Komunikasi Lintas Budaya di Kalimantan

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―Dr. Sri Astuty, S.Sos., M.Si., atau akrab disapa Dr. Sri datang dari Kalimantan Selatan ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk mengisi agenda kuliah tamu dengan mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya yang diikuti oleh beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 3 pada Selasa (17/09/2024).
Dr. Sri turut menceritakan pengalaman bekerjanya di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin sejak tahun 2007 hingga sekarang. Selain itu, ia juga mengikuti berbagai macam organisasi sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat, salah satunya tergabung dalam ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi).
Bertempat tinggal dan menetap di Kalimantan, cukup dipahami olehnya bagaimana komunikasi lintas budaya berjalan di sana. Pulau yang identik dengan suku Dayak itu pun terkadang mengalami berbagai tantangan yang berkenaan dengan komunikasi lintas budaya antar masyarakatnya.
Ia mengungkap meskipun penduduk di Kalimantan memiliki kesamaan suku dan ras, namun sebagian besar dari mereka hidup dan menyebar di daerah yang berbeda-beda, sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap munculnya perbedaan bahasa dengan makna yang berbeda pula.
Mantan koordinator Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tersebut juga memberikan wawasan terkait bagaimana komunikasi lintas budaya dalam era digital. Tak adanya batas ruang dan waktu di media sosial mendorong adanya pertukaran budaya yang semakin mudah. Banyak istilah-istilah daerah lain yang dapat dimengerti karena perkembangan tren dalam algoritma [salsabila & astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA