Dosen UPI Tekankan Pentingnya Mengenal Identitas Budaya dan Miliki Kesadaran Lintas Budaya

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA–Prodi Ilmu Komunikasi UNESA menyelenggarakan kuliah tamu dalam mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya di Gedung I5, FISIPOL, Kampus UNESA Ketintang pada Kamis, 17 Oktober 2024. Kegiatan ini menghadirkan Vidi Sukmayadi, Ph.D., dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai pemateri utama. Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023.
Dalam pembukaannya, Vidi menekankan pentingnya memahami dinamika komunikasi lintas budaya di era global saat ini. Ia menjelaskan bahwa komunikasi lintas budaya bukan hanya soal perbedaan bahasa atau pengetahuan tentang budaya lain, tetapi lebih pada interaksi antar individu dari latar belakang budaya yang berbeda.

Vidi juga membedakan konsep multikulturalisme, komunikasi antar budaya, dan komunikasi lintas budaya. Menurutnya, multikulturalisme mencerminkan komposisi sosial yang beragam, sementara komunikasi antar budaya berfokus pada perbandingan budaya yang berbeda. Komunikasi lintas budaya, di sisi lain, lebih menekankan pada proses interaksi yang terjadi saat orang dengan latar belakang budaya yang berbeda melakukan komunikasi.
Selain itu, Vidi memaparkan konsep penting tentang surface culture (budaya yang terlihat secara fisik), unspoken rules (aturan yang tidak diucapkan), dan unconscious rules (aturan yang tidak disadari). Ia menegaskan bahwa memahami identitas budaya masing-masing individu adalah langkah awal yang krusial sebelum dapat membangun kesadaran lintas budaya.
Dalam proses membangun kesadaran lintas budaya, terdapat pula kesalahpahaman lintas budaya yang kerap tidak disadari. Beberapa kesalahpahaman yang disoroti adalah asumsi bahwa budaya orang lain sama dengan budaya kita, perbedaan bahasa, misinterpretasi nonverbal, stereotip, kecenderungan untuk menilai, serta kecemasan yang berlebihan saat berhadapan dengan budaya lain.
Selain pemaparan materi, kegiatan kuliah tamu berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab yang dilakukan oleh mahasiswa, begitu juga dengan kesempatan diskusi selama kelas berlangsung. Latar belakang budaya Vidi yang berbeda dengan kebanyakan mahasiswa membuat mahasiswa mendapat contoh langsung mengenai komunikasi lintas budaya yang biasa terjadi.
Di akhir sesi, Vidi menekankan bahwa meningkatkan kesadaran lintas budaya sangat penting di dunia yang semakin global dan terhubung. Ia pun memberikan kesimpulan dan pesan akhir untuk para mahasiswa.
“Kunci untuk meningkatkan kesadaran lintas budaya kita adalah mendengarkan, memikirkan, melihat, dan memproses dengan hati (berempati),” tutupnya [erz, 2024].
Saksikan Live Streaming 'Kuliah Tamu : Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya - Vidi Sukmayadi, Ph.D.' di kanal YouTube: Departemen Ilmu Komunikasi UNESA
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA