Eagle Sight: Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Lolos Poster MURI Penerapan Kecerdasan Buatan Bidang Olahraga

ikom.fish.unesa.ac.id, SURABAYA―Kontingen S1 Ilmu Komunikasi UNESA kembali mengepakkan kiprah prestasinya dengan memenangkan Poster MURI "Penerapan Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi di Bidang Olahraga, Disabilitas dan Seni" yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah Universitas Negeri Surabaya untuk menjadi tambahan nilai mata kuliah Literasi Digital pada Juni 2024.
Tim Prodi S1 Ilmu Komunikasi UNESA terdiri dari Valya Allyssa Ghaniva, Aisha Azzahra dan Tri Ilaina Sa'adah yang merupakan mahasiswa angkatan 2023. Kemenangan ketiganya didasari atas ide cemerlang di bidang teknologi olahraga bertajuk "Eagle Sight" guna mendeteksi tingkat kecepatan berlari. Tak butuh waktu lama, ketiga mampu menyelesaikan artikel dan poster hanya dalam dua minggu saja. Hal ini tak lepas dari dukungan dan dampingan dari dosen pembimbing, Riska Wahyu Romadhonia, S. Si., M. Sc.

Ketiganya mengaku tidak berharap untuk menjadi pemenang. Namun, takdir berkata lain. Timnya berhasil membawa nama S1 Ilmu Komunikasi di kancah nasional. "Dorongan memilih topik ini berawal dari minimnya teknologi membaca kecepatan laju para pelari sehingga niat besar muncul untuk mengulik terkait AI yang berguna bagi mereka. Tak hanya bagi pelari, namun keberadaan AI ini nantinya juga akan berguna bagi wasit untuk melihat data lari yang valid," ungkap Valya, salah satu anggota tim.
Meski demikian, Valya dan tim mengaku cukup kesulitan untuk mendapatkan informasi lebih terkait topik bawaannya karena masih belum banyak pihak yang mengimplementasikan teknologi AI di bidang olahraga. Namun dengan tekad besarnya, hal tersebut justru memacu adrenalin tim untuk terus menggali data melalui berbagai jurnal online.
Hal serupa pula diungkap Aisha, salah satu anggota tim, bahwa dirinya melewati beberapa tahapan revisi dari dosen pembimbing untuk mencapai hasil yang memuaskan. "Melalui kesalahan tersebut, tidak membuat kami patah semangat, melainkan (menjadi) dorongan untuk belajar lebih teliti dan inovatif lagi," ucap Aisha.
Lain dari kedua rekannya, Tri mengungkap bahwa tantangan lain yang sempat terjadi selama proses pengerjaan yakni sulitnya menentukan waktu bertemu karena bentroknya jadwal kegiatan antara ketiganya. "Meski bisa melalui online, akan lebih baik jika diskusi dan pengerjaan dilakukan secara offline. Selain bisa berdiskusi secara langsung, kami juga dapat bertukar ide satu sama lain sehingga ide dapat dikombinasikan dalam karya," tutur Tri.
Tri pula menambahkan bahwa kemenangan ini akan menjadi batu pijakan untuk meraih gelar pemenang di kompetisi selanjutnya. "Meski demikian, tak ada salahnya untuk mencoba hal baru dan merasakan pengalaman unik yang belum pernah terasa. Kuncinya adalah niat, usaha dan coba keluar dari zona nyaman," tambahnya.
"Harapan besar dari kami untuk para mahasiswa dapat memaksimalkan setiap usaha yang dilakukan serta mengembangkan minat dan bakat di bidang yang digemari baik akademik maupun non-akademik. Selalu mencoba adalah hal baik sehingga kita mengetahui value kemampuan dan mendorong ambisi berkompetisi," pungkas ketiganya.
Salah satu anggota perwakilan tim pemenang nantinya wajib untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Lapangan Upacara UNESA Kampus Lidah Wetan pada 17 Agustus 2024 [int & astr, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA